Kemendikbud Kucurkan Rp1 Triliun untuk Bantuan UKT

197

RadarPriangan.com, JAKARTA – Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) menganggarkan Rp 1 Triliun dari dana pendidikan tinggi untuk bantuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiwa.

Dana ini akan dialokasikan untuk 410 ribu mahasiswa, terutama di perguruan tinggi swasta (PTS).

Mendikbud Nadiem Makarim mejelaskan, anggaran tersebut hasil dari realokasi sisa anggaran beasiswa pendidikan tinggi 2020. Dari sisa anggaran Rp 4,1 triliun, sebanyak Rp1 triliun bakal diberikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS).

“ Kemendikbud alokasikan Rp1 triliun untuk bantuan dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa, yang terutama akan dimanfaatkan untuk PTS,” kata Nadiem, dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (19/6/2020)

Nadiem mengatakan, ditengah pandemi covid-19ini mahasiswa di universitas swasta sangat rentan. Dikhawatirkan, mereka tidak lulus atau tidak mampu membayar UKT dan akhirnya harus keluar dari universitas.

Apalagi, dari sisi institusi semua pendapatan PTS swasta berasal dari UKT mahasiwa. Karena itu, bantuan UKT mahasiswa PTS ini juga penting untuk keberlangsungan PTS.

“Jadinya bukan hanya mahasiswa yang rentan tapi institusinya juga rentan, ruang lingkup kami swasta dan negeri, karena dua-duanya menjadi mitra pendidikan nasional Indonesia, jadi harus ada perhatian,” tuturnya dilansir dari FIN (Radar Priangan Group).

Nadiem melanjutkan, bahwa bantuan Rp1 Triliun ini akan diperuntukan bagi 410 ribu mahasiwa, terutama di PTS, yang sedang menjalankan kuliah dan dengan kondisi keuangan uang terdampak.

“Bantuan diberikan bukan untuk mahasiwa pemegang KIP kuliah. Tapi, untuk mahasiswa mahasiswa yang sudah berada di semester-semester tertentu perguruan tinggi dan dengan kondisi keuangan yang rentan karena terkena dampak pandemi,” terangnya.

Sementara untuk kriteria yang harus dipenuhi dalam bantuan UKT mahasiswa ini antara lain, mengalami kendala finansial dan tidak berstatus dibiayai oleh beasiswa atau dibiayai KIP kuliah. Hal ini, untuk memastikan, tidak ada tumpang tindih dari program KIP kuliah ataupun program beasiswa lainnya

“Jadi untuk mahasiswa yang existing, bukan mahasiswa baru yang existing di dalam perguruan tinggi, yang punya resiko drop Out, yang tinggi punya resiko tidak bisa bayar UKT di perguruan tinggi, terutama swasta,” ujarnya.

“Terakhir, jenjang Kuliah, mahasiswa PTS dan PTS tersebut sedang menjalankan perkuliahan di semester tiga, lima dan tujuh pada 2020,” ujarnya.

Namun, Nadiem juga memastikan bahwa program-program di luar bantuan itu tetap berjalan seperti Bidik Misi dan KIP kuliah yang ditargetkan untuk 200 ribu mahasiswa yang akan baru masuk universitas.

“Kami pastikan dana KIP Kuliah sebesar Rp1,3 triliun tidak akan terganggu. KIP Kuliah dipastikan tetap menyasar target 200 ribu mahasiswa di tahun ini,” katanya.

“Selain itu, kami juga tetap melanjutkan dana beasiswa untuk mahasiswa Bidikmisi yang melanjutkan studi di 2020. Dana untuk Bidikmisi sebesar Rp1,8 triliun,” imbuhnya.(der/fin)