Kemenag Akan Mulai Asesmen Kompetensi Guru Madrasah

1121

RadarPriangan.com, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Ditjen Pendidikan Islam akan segera melaksanakan asesmen kompetensi bagi guru, kepala, dan pengawas madrasah (AKG, AKK, dan AKP).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani berpesan agar guru, kepala, dan pengawas madrasah mempersiapkan diri untuk mengikuti asesmen.

“Terus belajar, terutama dalam memahami literasi digital,” ujar Ramdhani, Jumat (2/10) seperti dilansir FIN (Radar Priangan Group).

Pria yang akrab disapa Dhani ini berharap, pelaksanakaan asesmen kompetensi berdampak pada pemetaan sekaligus peningkatan kompetensi guru, kepala, dan pengawas madrasah.

Ada beberapa indikator peningkatan kompetensi yang berbasis asesmen, yaitu: peningkatan kompetensi perencanaan (planning ability), integritas (integrity), manajemen tata kelola (well-organised), penguatan yang berkelanjutan (continuous empowerment), dan rasional (rational).

“Seluruh guru, kepala, dan pengawas diharapkan bisa menjadi the winner dan the learner, tidak ada yang menjadi the looser,” ujarnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Muhammad Zain menambahkan, dalam program asesmen kompetensi ini diharapkan mampu membenahi kualitas leadership, sekaligus mengembangkan jiwa entrepreneur guru, kepala, dan pengawas madrasah.

“Kualitas leadership yang baik adalah ketika mereka mampu memperlihatkan visi dan misi yang berkualitas, serta mampu menunjukkan arah yang baik kepada peserta didiknya maupun para binaannya,” katanya.

“Ada lebih 440 ribu guru, kepala, dan pengawas madrasah. Rencananya, asesmen akan digelar secara bertahap mulai November 2020,” sambungnya.

Kasubdit Bina GTK MI dan MTs Ainurrafiq melaporkan, Direktorat GTK Madrasah telah menyampaikan surat edaran terkait persiapan pelaksanaan program AKG, AKK dan AKP. Proses pendataan calon dan penetapan lokasi tempat asesmen kompetensi, akan dilakukan melalui Simpatika.

Data Kemenag mencatat ada sekitar 180ribu guru MI, 120ribu guru MTs, 54ribu guru MA, 82ribu Kepala Madrasah, serta 3.600 pengawas madrasah yang aktif. Ainurrafiq meminta mereka untuk memastikan dirinya terdaftar di Simpatika.

“Masing-masing agar berkoordinasi dengan kepala madrasah maupun Kankemenag Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Guru MI dan MTs Mustofa Fahmi menambahkan, AKG, AKK dan AKP merupakan baseline pelaksanaan program Pengembangan Keprovesian Berkelanjutan (PKB) Madrasah tahun 2021. Hasil Asesmen antara lain peta sebaran dan kompetensi guru, kepala, dan pengawas madrasah (mapping competency).

“Itu akan jadi dasar implementasi program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang berorientasi kepada mutu dan pemerataan,” imbuhnya.

Menurut Fahmi, sejumlah tahapan sudah dilakukan, antara lain: penyiapan aplikasi SIM-AKG yang terintegrasi dengan Simpatika. Instrumen soal asesmen kompetensi sudah disusun dan segera direviu oleh tim reviewer untuk diidentifikasi uji keterbacaan dan kontennya secara terperinci.

“Seluruh soal asesmen kompetensi ini akan diintegrasikan dengan subtansi Modul PKB Madrasah. Semoga pelaksanaan program AKG, AKK dan AKP pada bulan November nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Dapat disampaikan, bahwa rapat koordinasi Teknis Pelaksanaan AKG, AKK, dan AKP ini diikuti 40 peserta. Mereka adalah para Kepala Bidang Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam dan Kasi Guru Madrasah pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi.

Kegiatan ini juga melibatkan beberapa unsur terkait seperti Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah dan Tim IT. (der/fin)