Kembali Erupsi, Status Gunung Tangkubanparahu Naik Jadi Waspada

193
istimewa

RadarPriangan.com, GARUT – Gunung Tangkubanparahu kembali mengeluarkan erupsi pada Kamis (1/8) sekitar pukul 20.07 WIB, 21.11 WIB dan 21.28 WIB malam kemarin. Hasil rekaman seismograf tercatat empat kali gempa letusan, 255 kali gempa hembusan, empat kali gempa vulkanik dangkal dan tremor menerus dengan amplitudo dominan 20 mm.

“Berdasarkan hasil pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu tercatat mencapai ketinggian 100-180 meter dari dasar kawah dan condong ke arah utara dan timur. Suara gemuruh terdengar dan sebagian material letusan jatuh kembali ke dalam kawah,” kata Pelaksana harian (Plh) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangannya, Jumat (2/8).

Agus menyampaikan, erupsi kembali terjadi pada hari ini sekitar pukul pukul 00.06 WIB, 03.57 WIB dan 06.07 WIB. Erupsi tersebut terjadi tekanan sedang dan kolom abu bergerak ke arah Barat Laut.

“Melalui rekaman seismograf tercatat satu kali tremor letusan selama kurang lebih 2 jam,” terang Agus.

Berdasarkan hasil analisa data visual dan instrumental potensi ancaman bahaya, maka disimpulkan tingkat aktivitas Gunung Tangkubanparahu meningkat menjadi Level II (Waspada). Tingkat aktivitas tersebut dapat dievaluasi kembali sesuai dengan adanya potensi perubahan tingkat ancaman atau bahaya aktivitas vulkanik.

Oleh karena itu, masyarakat di sekitar Gunung Tangkubanparahu diimbau untuk tidak mendekati kawah puncak dalam radius 1,5 kilometer dari kawah aktif dan mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.

“Selain itu kawasan Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu sementara ditutup sementara hingga jarak aman,” tutur Agus.

Kendati demikian, masyarakat di sekitar Gunung Tangkubanparahu diharap untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Selain itu warga juga dimohon agar tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu.

“Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan pihak berwajib lainnya,” pungkasnya. (jpc)