Kelompok Pendukung ISIS di Balik Aksi Kerusuhan

328
Masa bentrok dengan petugas keamanan di depan Bawaslu, Rabu malam (22/5). (FIN)

7 Korban Tewas dari Kelompok Perusuh

RadarPriangan.com, JAKARTA – Kerusuhan di beberapa titik di Jakarta pada 21-22 Mei ternyata ditunggangi kelompok-kelompok yang berafiliasi ke ISIS. Mereka memang sudah merencanakan menjalankan amaliyah pada saat itu.

Temuan itu berdasarkan hasil penyelidikan dari dua tersangka kerusuhan yang ditangkap aparat Polda Metro Jaya.

“Dua tersangka dari luar Jakarta yang terafiliasi dengan kelompok Garis (Gerakan Reformis Islam). Kelompok Garis ini terafiliasi dengan kelompok tertentu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Kemenko Polhukam, Kamis (23/5).

Dari pengakuan kedua tersangka, diketahui kelompok ini ingin menjalankan amaliyah atau jihad di momen 22 Mei di Bawaslu, Jl Thamrin, Jakarta, 21-22 Mei.

“Kami menemukan bukti-bukti sangat kuat,” kata Iqbal.

Kelompok Garis ini, menurut Iqbal, merupakan kelompok yang pernah menyatakan mendukung kelompok teroris ISIS. Mereka juga mengirimkan kadernya ke Suriah.

“Perlu disampaikan, fix ada kelompok-kelompok penunggang kegiatan unjuk rasa ini berbagai kelompok berafiliasi ISIS,” kata Iqbal.

Saat ini kepolisian sudah mengantongi identitas dari tokoh Garis. “Ada satu-dua, yang kami kejar dari keterangan dua tersangka yang diamankan Polda Metro Jaya,” ujar Iqbal.

Iqbal juga menjelaskan dalam aksi kerusuhan mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia. Namun, semua korban meninggal berasal dari para perusuh.

“Jadi korban yang meninggal dunia tujuh yang sudah masuk ke kami yaitu tujuh orang,” katanya.

Iqbal menegaskan, seluruh korban meninggal adalah massa perusuh. Bukan dari massa yang melakukan aksi damai, ataupun masyarakat biasa.

“Itu yang harus diketahui oleh publik, bahwa yang meninggal dunia adalah massa perusuh. Bukan massa yang sedang berjualan, massa yang beribadah, tidak,” katanya.

Sementara dari pihak Kepolisian, tidak ada korban meninggal. Hanya saja, ada beberapa personel yang mengalami luka-luka.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 300 orang.

Para tersangka kini tengah menjalani pemeriksaan untuk mengetahui peran mereka dalam kerusuhan.

“Dipilah-pilah siapa pelaku lapangan, koordinator lapangan dan aktor intelektualnya,” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri.

Menurutnya para perusuh ditangkap di berbagai lokasi, yakni di kawasan Slipi, Petamburan, MH Thamrin, dan Tanah Abang. Sedangkan barang bukti yang diamankan dari para tersangka diantaranya kendaraan, uang rupiah, uang dolar, senjata tajam, bom molotov, ponsel, kamera, batu, ketapel dan petasan.

Dijelaskan Dedi para perusuh berasal dari Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Mereka dibayar Rp 300 ribu per hari. Mereka langsung mendapat bayaran pada hari itu.

“Jawa Barat, Banten, baru sisanya itu betul-betul preman Tanah Abang. Preman Tanah Abang ya dibayar,” ujarnya.(gw/fin)