Keberkahan Daging Kambing, Bagaimana Pandangan Islam dan Medis?

266
dok Radar

RadarPriangan.com – Sebagian orang takut untuk memakan daging kambing karena dinilai mengandung kolesterol yang tinggi. Namun rupanya, kambing ini dalam pandangan dunia Islam memiliki manfaat yang besar dan keberkahan yang cukup banyak.

Sebagaimana dijelaskan ustadz dr. Raehanul Bahraen dalam laman muslim.or.id, ada banyak keberkahan dalam daging kambing. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk mengonsumsi daging kambing.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اتخذوا الغنم فإن فيها بركة

” Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah” HR Ahmad.

Selain pada dagingnya, kambing juga memiliki keberkahan pada susu dan kulitnya. Susu kambing sehat untuk dikonsumsi, begitu juga kulitnya bisa dimanfaatkan untuk bahan kain atau pakaian.
Ahli tafsir Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan,

وجعل البركة في الغنم لما فيها من اللباس والطعام والشراب وكثرة الأولاد، فإنها تلد في العام ثلاث مرات إلى ما يتبعها من السكينة، وتحمل صاحبها عليه من خفض الجناح ولين الجانب

“Allah telah menjadikan berkah pada kambing di mana kambing bisa dimanfaatkan untuk pakaian, makanan, minuman, banyaknya anak, karena kambing beranak tiga kali dalam setahun, sehingga memberikan ketenangan bagi pemiliknya. Kambing juga membuat pemiliknya rendah hati dan lembut terhadap orang lain,” (Al-Jami’ li Ahkaamil-Qur’an, 10/80, Darul Kutub Al-Mishriyah, Koiro, 1384 H, Asy Syamilah).

Selain itu, para Nabi pernah mengembalakan kambing, bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah mengembalakan kambing. Ulama menjelaskan,hikmahnya adalah karena mengembalakan kambing membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang akan membentuk karakter kebaikan pada seseorang.

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ما بعث اللهُ نبيًّا إلا رعى الغنمَ . فقال أصحابُه : وأنت ؟ فقال : نعم ، كنتُ أرعاها على قراريطَ لأهلِ مكةَ

“tidaklah seorang Nabi diutus melainkan ia menggembala kambing“. para sahabat bertanya, “apakah engkau juga?”. Beliau menjawab, “iya, dahulu aku menggembala kambing penduduk Mekkah dengan upah beberapa qirath” HR Al Bukhari.

Lebih lanjut ustadz dr. Raehanul Bahraen menjelaskan, jika dilihat apakah daging kambing berbahaya, dia menilai bahwa sesuatu yang berkah tentu tidak menimbulkan bahaya. Apa yang disyariatkan oleh Islam pasti bermanfaat dan tidak berbahaya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam risalahnya,

الدين مبني على المصالح في جلبها و الدرء للقبائح

“Agama dibangun atas dasar berbagai kemashlahatan, mendatangkan mashlahat dan menolak berbagai keburukan”

ما أمر الله بشيئ, إلا فيه من المصالح ما لا يحيط به الوصف

“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh” (Risaalah fiil Qowaaidil fiqhiyah hal. 41, Maktabah Adwa’us salaf).
.

Hal ini sudah dibuktikan oleh orang di zaman dahulu mereka suka memakan daging kambing, bahkan mereka memakan lemaknya juga. Dikisahkan orang dahulu suka mengambil lemak hewan, kemudian dipotong dadu dan dikeringkan dengan cara dijemur. Disimpan atau dibawa bersafar, kemudian jika ingin dimakan tinggal “dipanaskan” atau dioles diatas roti kemudian di makan.

Informasi yang tersebar di masyarakat bahwa daging kambing berbahaya misalnya bisa menaikan tekanan darah dan meningkatkan kolesterol, itu tidak benar. Daging kambing tidak berbahaya, yang menyebabkan naiknya tekanan darah dan naiknya kolesterol bisa jadi karena beberapa hal berikut:

Cara pengolahan daging yang tidak sehat, misalnya memakai bumbu dan minyak yang berlebihan, terlalu lama diolah sehingga vitamin dan kandungan mineralnya hilang

Terlalu berlebihan mengkonsumsi daging saat “pesta daging”. Oleh karena itu jangan makan dengan berlebihan karena apa saja yang berlebihan pasti akan menjadi racun. Dalam kedokteran dikenal ungkapan,

“Semua zat adalah (berpotensi menjadi) racun. Tidak ada yang tidak (berpotensi menjadi) racun. Dosis dan indikasi yang tepat membedakannya apakah ia racun atau obat” (oksikologi hal. 4, Bag Farmakologi dan Toksikologi UGM, 2006)

Kemudian bisa jadi juga karena pola hidup di zaman sekarang yang tidak sehat, makanan tidak sehat dan gerakan yang kurang.

Lantas bagaimanakah dilihat dari dunia kesehatan tentang kolesterol pada kambing?.


Seperti dikutip dari laman Alodokter, dijelaskan bahwa kolesterol itu terdiri dari dua jenis di dalam tubuh. Yaitu kolesterol jahat (LDL/low density lipoprotein) dan kolesterol baik (HDL/high density lipoprotein).

Adapun Kolesterol LDL disebut kolesterol jahat karena jika kadarnya dalam darah berlebihan, dapat menyebabkan aterosklerosis atau penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Bila terjadi pada pembuluh darah jantung dan otak, aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke.

Sedangkan kolesterol HDL disebut kolesterol baik karena kolesterol ini dapat menghilangkan kolesterol buruk LDL dari darah. Hal ini menjadikan kolesterol HDL mampu mencegah penyakit jantung dan stroke.


Perlu diketahui bahwa, seluruh makanan yang berasal dari daging hewan itu mengandung kolesterol. Begitu pula dengan daging kambing.

Dalam hal ini mengonsumsi daging kambing tidaklah bermasalah, asalkan tidak secara berlebihan. Kadar kolesterol setiap daging berbeda-beda. Berikut adalah jumlah kolesterol pada setiap 100 gram jenis daging:

(1) Daging kambing mengandung 75 mg kolesterol.


(2) Daging domba mengandung 110 mg kolesterol.


(3) Daging sapi (potongan sirloin) mengandung sekitar 90 miligram, sedangkan daging sapi tanpa lemak mengandung 65 miligram kolesterol.


(4) Daging dada ayam tanpa kulit mengandung 85 mg kolesterol.


(5) Paha ayam mengandung 135 mg kolesterol.

Jika dibandingkan dengan daging domba, daging sapi berlemak, dan dada atau paha ayam, sebenarnya daging kambing justru mengandung lebih sedikit kolesterol.

Lantas Bagaimanakah Cara Sehat Mengonsumsi Daging Kambing?

Agar bisa mendapatkan asupan nutrisi dari daging kambing sambil mengurangi kolesterolnya, maka perhatikanlah cara mengolah dan jumlah asupan daging kambing yang dikonsumsi. Sebab jika mengonsumsinya berlebihan atau dimasak dengan cara yang kurang sehat, maka tubuh bisa mengalami kolesterol tinggi.

Agar lebih sehat, Anda dianjurkan untuk mengolah daging kambing menjadi kambing panggang, bakar, atau sup. Jangan menggoreng daging kambing, sebab bisa menambah kadar lemak jenuh dan kolesterol di dalam daging tersebut.

Selain itu, potonglah bagian lemak pada daging kambing sebelum mengolahnya. Anda juga bisa menambahkan sayuran dan buah-buahan saat mengonsumsi daging kambing. Mengonsumsi daging kambing bersama sayur dan buah dapat membantu mengurangi jumlah kolesterol yang diserap tubuh. (**)