Kang Emil Minta Warga jangan Pinjam ke Rentenir, Butuh Pinjaman cukup Datang ke Masjid

595
KEUANGAN SYARIAH: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperkenalkan program Bank Wakaf di Masjid Agung Garut, Sabtu (23/3) bersama OJK. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

Gubernur Jabar bersama OJK Kenalkan Bank Wakaf di Garut

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut bahwa terdapat banyak cara mendapatkan kredit tanpa harus meminta pinjaman ke rentenir. Namun, masalah saat ini masyarakat kurang kompak dan bersatu dalam hal kredit, sehingga masih ada yang memanfaatkan rentenir untuk dapat pinjaman.

“Ibu-ibu di Garut khususnya banyak yang terkena rentenir. Padahal banyak cara (untuk dapat kredit). Oleh karena itu, selama lima tahun umat Islam di Jawa Barat harus kompak, hanya itu masalahnya, kurang kompak,” ujar Emil di Masjid Agung Garut, Sabtu (23/3).

Untuk bisa mendapatkan pinjaman tersebut, menurut Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) sangat mudah. Tinggal datang ke mesjid atau bank wakaf mikro, dan bank syariah.

“Insya Allah ekonomi maju umatnya juga makin maju. Tinggal mau apa tidak, bersatu atau tidak, ukhuwah Islamiyah harusnya kuat,” ajaknya.

Menurut Emil saat ini transaksi keuangan syariah di Jawa Barat baru mencapai sekitar 8% padahal mestinya ada di atas 90% dengan banyaknya umat Muslim di Jabar.

Selain itu, jumlah masjid di Jabar yang lebih dari 100 ribu masjid dan jumlah pesantren yang lebih dari 11 ribu pedantren bisa menjadi potensi besar pemanfaatan sektor keuangan syariah di Jawa Barat.

“Nah, sekarang ada program Bank Wakaf Mikro, dipinjami Rp 1 juta dibayar cuman Rp 26 ribu tiap minggu kan tidak repot, atau pinjam Rp 3 juta bayarnya Rp 70 ribu setiap minggu,” kata Emil.

Selain itu juga, Emil menyebut bahwa dirinya akan mengeluarkan program kredit mesra dan tahun ini akan di-launching. Syaratnya sendiri masyarakat tinggal ke masjid dan meminta surat rekoemendasi dari Ketua DKM.

“Tanpa bunga tanpa agunan, bisa,” ucapnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan, bahwa Bank Wakaf Mikro bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mendapat kredit, sehingga tidak perlu ke rentenir. Program kredit ini bisa meng-cover 3.000 peminjam dalam skala pinjaman kecil, serta akan ada pembinaan bagi para peminjam wirausaha.

“Kita punya program. (Masyarakat) ngga usah ke renternir, Bank Wakaf Nikro kita bisa dirikan di masjid ini (Masjid Agung Garut). Bunganya hanya tiga persen setahun, tanpa jaminan dan syarat macam-macam,” katanya.

Wimboh juga menjelaskan, tujuan sosialiasi Literasi Keuangan Syariah ini menjadi bagian dari upaya OJK untuk mendorong masyarakat agar memanfaatkan sektor jasa keuangan khususnya syariah. Dengan begitu maka masyarakat bisa mengerti risiko maupun manfaat jasa keuangan.

“Jangan sampai ada yang kena tipu investasi bodong, apalagi jangan sampai kena renternir,” papar Wimboh. (igo)