Kampanye Terbuka, Waspada Potensi Gesekan Massa

235

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Menjelang kampanye terbuka Minggu (24/3) sampai Sabtu (13/4), pemerintah memastikan kesiapan seluruh unsur yang punya tanggung jawab terhadap agenda tersebut.

Ketua KPU Arief Budiman pun membenarkan adanya potensi itu, Mseki demikian pihaknya sudah mengatur jadwal kampanye terbuka untuk setiap calon yang turut berkompetisi dalam pemilu serentak tahun ini.

“Kami sudah atur zonanya berbeda, jadwalnya berbeda, kan pasti nggak ketemu. KPU berharap implementasi zonasi tersebut benar-benar efektif meredam potensi gesekan massa,” paparnya.

Menko Polhukam Wiranto menegaskan ada banyak isu beredar di masyarakat. Tidak terkecuali yang bersingungan dengan pelaksanaan kampanye terbuka. “Kami masih menysinyalir adanya isu bahwa seakan-akan menjelang dan pasca pemilu akan ada kerusuhan besar, ada people power,” terangnya. Menurut dia, isu tersebut sama sekali tidak benar.

Sebab, kondisi dan situasi saat ini masih terkendali. Wiranto menyatakan itu berdasar data dan informasi dari berbagai sumber. Termasuk di antaranya intelijen yang bekerja. “Saya katakan tidak ada. Tidak ada kerusuhan,” imbuhnya.

Kalau pun ada, yang terbaca oleh pemerintah, penyelanggara pemilu, juga aparat keamanan hanya potensi gesekan massa. Untuk itu, dibuat rencana dan skema untuk menekan kemungkinan tersebut.

Menurut Wiranto, rencana maupun skema yang ada bakal efektif meredam potensi gesekan massa. “Tadi sudah kami rapatkan dan sudah disampaikan oleh KPU dan Bawaslu,” ujarnya.

Kedua instansi tersebut, lanjut dia, sudah mengatur jadwal kampanye sedemikian rupa.
Di bagi zona dan waktu. “Siapa yang diizinkan untuk berkampanye dengan cara-cara rapat umum (terbuka) itu sudah diatur dengan baik,” tambah dia.

Dengan cara itu, Wiranto menyebut, gesekan massa yang berpotensi terjadi bisa dihindari. “Sehingga tidak dimungkinkan adanya tabrakan massa yang sedang berkampanye, yang mendukung kontestan-kontestan itu. Baik capres cawapres maupun caleg-caleg itu,” bebernya.

Selain pengaturan yang sudah dibuat oleh KPU dan Bawaslu, Polri dan TNI juga sudah menggelar pasukan guna mengantisipasi berbagai potensi gesekan. Seluruh kekuatan yang digelar Polri dibantu TNI, sambung Wiranto, sudah memadai untuk memastikan kelangsungan tahap-tahap akhir pemilu serentak tersebut berjalan aman.

“Karena antara rasio kemungkinan adanya gangguan keamanan dengan jumlah polisi dan TNI, bahkan sampai ke TPS itu cukup, kata mantan panglima ABRI itu.

Untuk itu, dia meminta masyarakat tenang. Jangan sampai, lanjut Wiranto, isu-isu tidak benar yang terus menerus beredar membuat masyarakat terlampau khawatir. Sehingga kehilangan momentum untuk turut menetukan pilihan mereka dalam pemilu serentak tahun ini.

“Karena itu hak pilihnya lima tahun sekali. Katakanlah nggak bisa dilaksanakan karena takut isu. Ya jangan sampai, ungkap pejabat asal Jogjakarta tersebut.(khf/ful/fin)