Kadisdik Minta Maaf, Akan Copot Kabid, Kasi dan Tim Penyusun Soal USBN

301
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, menerima kedatangan Banser NU dan Lembaga Pendidikan Al-Maarif NU, Rabu (10/4). (MUHAMAD ERFAN/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Menyikapi keberatan yang dilayangkan GP Anshor dan Banser terkait pendiskreditan dalam soal USBN SMP mata pelajaran Bahasa Indonesia, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut akhirnya menyampaikan permohonan maaf.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong usai beraudiensi dengan perwakilan GP Anshor dan Banser di ruang kerjanya, kemarin (10/4).

”Saya atas nama pribadi dan kelembagaan Dinas Pendidikan mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insiden yang terjadi saat ini,” kata Totong, Rabu (10/4).

Menurutnya, Disdik tidak bermaksud mendiskriditkan ormas Banser maupun Ansor apalagi NU.

Dirinya mengakui, hal tersebut terjadi karena keteledoran dan kekurang hati-hatian pihak Dinas Pendidikan dalam hal ini Bidang SMP, Kurikulum dan pembuat soal Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Tidak hanya minta maaf, pihaknya pun telah merekomendasikan kepada Bupati Garut untuk mencopot jabatan Kabid SMP, Kasi Kurikulum SMP dan Tim Penyusun Soal US SMP sebagai bentuk sanksi atas kekeliruan dalam pembuatan soal tersebut.

“Menindak lanjuti hasil dialog bersama perwakilan gp Anshor di ruang rapat disdik Garut. Bersama ini kami sampaikan usulan pemberian sanksi berupa pemberhentian dari jabatan kepada Kabid (Kepala Bidang, red) SMP , Kasi (Kepala Seksi, red) kurikulum SMP, tim penyusun soal Ujian Sekolah SMP,” pungkasnya. (erf)