Kadisdik Imbau Guru Berzakat, Baznas Usul Potong Gaji ASN

225
Totong, Kadisdik Garut

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Kesadaran guru untuk berzakat masih minim. Karena itu, Bupati melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengimbau para guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut untuk berzakat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, kepada wartawan di SMPN 6 Garut, kemarin (28/3).

“Kami mengimbau kepada para kepala sekolah, pengawas, guru SD dan SMP untuk melaksanakan zakat, infaq, shodaqoh,” kata Totong.

Secara bertahap, pihaknya menargetkan 50 persen ASN di lingkungan Disdik bisa berzakat.

“Kita punya PNS 7000 orang untuk SD, 2000 lebih SMP, katakanlah 10 ribu orang itu sudah Rp2,5 miliar per bulan. Jika ini berjalan, maka ini bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk para siswa kurang mampu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Garut Rd H Aas Kosasih mengatakan, berdasarkan pandangan Islam, sebagian harta umat muslim 2,5 persennya merupakan hak orang yang kurang mampu atau orang yang masuk delapan asnaf penerima zakat.

“Kita bersama Pemkab Garut sudah bekerjasama untuk pengumpulan zakat ASN,” katanya.

Pihaknya mendorong Bupati untuk melaksanakan Payroll System atau pemotongan langsung gaji ASN yang memiliki sisa 50 persen dari kebutuhannya.

Sistem pemotongan langsung tersebut dibagi empat tahap. Pertama, mulai dari pemotongan bagi para ASN yang sudah rutin membayar zakat. Kedua, bagi para ASN yang belum membayar zakat profesi ke Baznas, Ketiga, pemotongan langsung bagi penghasilan para kepala sekolah. Dan keempat bagi para guru yang masih memiliki lebih dari 50 persen gajinya. (erf)