Kabar Baik, Kasus Positif Covid-19 di Garut Nol, Tapi Kasus Dugaan Terus Bertambah

1866
ilustrasi

RadarPriangan.com, GARUT – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Garut. Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut kembali merilis perkembangan kasus covid-19 (Korona), dan kasus positif masih dinyatakan nol (tidak ada).

Namun demikian, masyarakat harus tetap waspada karena kasus dugaan covid-19 yang masuk dalam kategori ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) terus bertambah.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky R Darajat menyebutkan, sampai Hari ini Jumat, 27 Maret 2020 jam 17.00 WIB, total kasus dugaan sebanyak 439 kasus.

” Diantaranya terdiri dari 15 kasus PDP dan 424 ODP. Sampai hari ini belum ditemukan kasus Covid-19 yang positif,” ujarnya, dalam keterangan rilisnya kepada RadarPriangan.com.

Lebih lanjut Ricky menjelaskan, untuk kasus PDP, pada Hari Jumat ini terdapat kasus baru yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Slamet Garut.

“Sebanyak 4 kasus, yaitu 3 orang dewasa: Perempuan 55 tahun, Laki-laki 72 tahun, Laki-laki 58 tahun, dan 1 PDP balita perempuan 3 tahun,” sebutnya.

” Namun demikian, pada hari ini terdapat pula 1 PDP bayi jenis kelamin Perempuan usia 10 bulan pulang dan dinyatakan sembuh,” tambahnya.

Sehingga total PDP yang dirawat sebanyak 7 orang (4 PDP baru dan 3 PDP lama).

“Semua PDP yang dirawat sudah dilakukan tatalaksana kasus, termasuk pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Barat (mulai hari ini), karena mengingat dan menimbang Jakarta sudah Red Zone (zona Merah),” kata Ricky.

Kemudian lanjut Ricky pada Hari Jumat ini pula, dilaporkan penemuan kasus ODP baru yaitu sebanyak 103 kasus, atau secara komulatif sampai hari ini ditemukan sebanyak 424 kasus, dimana 24 ODP sudah dinyatakan selesai masa pemantauannya, 52 proses perawatan di rumah sakit dan puskesmas, dan 348 ODP dalam pemantauan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.

” Sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat dan Instruksi Bupati Garut, tentang pelaksanaan Rapid Diagnosis test (RDT) secara masif khusus terhadap kelompok kontak risiko tinggi yaitu anggota HIPMI”.

” Garut sebanyak 18 orang yang telah mengikuti kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat di Karawang beberapa waktu yang lalu, maka pada hari ini telah dilaksanakan pemeriksaan RDT yang dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah,” katanya.

Adapun untuk hasinya ke 18 orang tersebut dinyatakan negatif dan dapat dikategorikan aman.

Selain itu, lanjut Ricky secara bertahap akan dilakukan pula RDT yang diprioritaskan pada kasus Covid-19 dengan status ODP dan PDP. Di mana rencana pelaksanaannya akan terjadwal sesuai wilayah kerja puskesmas setelah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (fer/rls)