Jongjolong dan Wawalinian Punah dari Situ Bagendit

123
Situ Bagendit menjadi mata pencaharian warga setempat. Banyak yang memancing ikan di situ Bagendit (Pepen Apendi)

RadarPriangan.com, GARUT – Dahulu, Situ Bagendit yang terletak di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut terdapat ikan Jongjolong. Kini ikan Jongjolong sudah punah akibat Situ Begendit dilanda kemarau hingga mengering.

Diperparah tidak ada yang mau melestarikan ikan langka tersebut.

Pada Kamis (16/7/2020) Radar mencoba memantau situ Bagendit, Tampak serang pemancing bernama Pirman (43) yang ketika itu merasa riang sekali. Rupanya dia dapat ikan seberat 1 kg lebih.

Awalnya Pirman mengira pancingnya dimakan ikan Jongjolong yang menjadi ciri khas situ Bagendit itu. Setelah ditangkap, ternyata ikan itu jenis gabus.

“ Orang tua dahulu ketika memancing di Situ Bagendit, sering mendapatkan ikan Jongjolong. Sekarang Jongjolong musnah dari Situ Bagendit. Masih beruntung di situ masih berkembangbiak ikan gabus, nila dan nilem. Setiap hari banyak pemancing dari berbagai daerah, memancing di Situ Bagendit,” kata Pirman.

Selain ikan Jongjolong, ciri khas Situ Bagendit yang menghilang adalah tanaman jenis wawalinian. Dulu wawalinian tumbuh subur di pinggiran situ dan dijadikan bahan untuk membuat tikar. Sekarang wawalinian pun punah dan diganti tumbuhan teratai serta eceng gondok.

Tanaman wawalinian, sebetulnya memiliki nilai ekonomis, karena bisa dijadikan bahan baku membuat samak salancar. Bila wawalinian dibudidayakan lagi dan diolah, tak mustahil menjadi bahan baku pembuataan tikar yang berkualitas. Namun tanaman jenis itu ikut musnah dari Situ Bagendit.

Engkas salah seorang pedagang di Situ Bagendit menyebut, meski ikan Jongjolong musnah dari Situ Bagendit masih ada jenis ikan lainnya yaitu gabus yang mengandung protein tinggi. Ikan gabus dagingnya bisa dimanfaatkan untuk obat percepatan penyembuhan bekas operasi.

Selain jenis ikan dan tanaman khas, di Situ Bagendit pun masih tersimpan peninggalan kolonial Belanda berupa bunker kecil tempat menyimpan amunisi. Bunker penyimpanan amunisi itu dibuat pada tahun 1919 oleh kolonial Belanda. (pap/RP)