Jelang Kick off, Beberapa Klub Masih Menunggak Gaji Pemain

305
Zalnando yang kini berkostum Persib, masih belum dipenuhi hak gajinya oleh klub lamanya Sriwijaya FC. (Sumeks)

RadarPriangan.com, JAKARTA – Jelang kompetisi 2019 bergulir, berapa klub hingga saat ini belum menuntaskan gaji pemainnya musim lalu. Di antaranya, Sriwijaya FC (SFC), PSMS Medan, dan Persegres Gresik United.

Dua eks pemain Sriwijaya SFC yang berkostum Persib, Zalnando dan Esteban Vizcarra, mengungkapkan bahwa gajinya belum dilunasi manajemen Laskar Wong Kito musim lalu. Keduanya beberapa kali menagih, tetapi tidak ada hasil. Hingga akhirnya, APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) turun tangan.

“Klub-klub yang masih menunggak gaji pemain agar segera membereskannya. Saya serahkan dulu ke internal mereka. Diselesaikan dulu,” tegas Komisaris (sementara) PT LIB Gusti Randa.

Dia tidak ingin tunggakan gaji itu berujung masalah. Terutama ketika ada pemain yang melapor ke FIFA.

“Bisa menjadi masalah besar kalau ada yang melapor ke FIFA. Kami beri peringatan. Selesaikan internal dulu, baru kami tangani,” lanjutnya.

Sementara itu, Persegres Gresik United belum bisa memenuhi hak 22 pemainnya. Bahkan, hak tersebut tidak dipenuhi dalam dua tahun terakhir. Kebo Giras belum membayar 1-2 bulan gaji pemainnya ketika berkompetisi di Liga 1 2017.

Padahal, klub kebanggaan Kota Pudak itu sudah menerima subsidi penuh dari PT LIB. Persoalan tersebut sudah dilaporkan dan diproses APPI juga melalui Dinas Ketenagakerjaan Gresik. Tiga kali pemanggilan kepada manajemen Persegres dilakukan agar melunasi tunggakan gaji pemainnya tersebut. Tapi, dalam tiga kali pemanggilan itu, tidak pernah sekali pun perwakilannya datang.

General Manager APPI Ponaryo Astaman menyatakan kecewa dengan sikap manajemen Persegres yang seakan lepas tangan itu. Padahal, pihaknya sudah ada iktikad baik untuk melakukan mediasi.

Karena Persegres bandel tidak pernah hadir, APPI selanjutnya menyerahkan sepenuhnya kasus itu ke Disnaker Gresik. Itu berarti disnaker nanti berhak mengeluarkan anjuran atau keputusan untuk Persegres. “Ini sudah mulai proses hukumnya,” ujar Ponaryo.

Ponaryo mengatakan, nanti ketika Disnaker Gresik mengeluarkan keputusan, dirinya berharap agar PSSI juga melakukan hal yang sama. Memberikan sanksi kepada Persegres. “Tentu nanti hukuman ke klub. Bukan ke perorangan,” tuturnya.

Yang menjadi masalah, lanjut Ponaryo, Persegres saat ini berada di kasta terendah kompetisi di Indonesia. Yakni, Liga 3. Mantan pemain nasional itu mengatakan belum tahu hukuman seperti apa yang pantas untuk Persegres.

Pengurangan poin juga tidak berpengaruh karena Persegres pernah merasakannya dua musim lalu. Degradasi? Mau turun kasta ke mana lagi karena sudah di Liga 3. “Sementara kami masih berfokus dulu agar ini dibayarkan. Masalah hukuman nanti dulu saja,” ucapnya.

Dia berharap, ada iktikad baik dari manajemen Persegres. Sebab, 22 pemain yang saat ini tidak berkostum Persegres membutuhkan sisa gajinya. “Sekitar Rp560 juta kalau tidak salah,” terangnya.

Mantan pemain Persegres Syahrul Mustofa berharap, sisa gajinya segera dibayarkan. Sebagai pesepak bola profesional, baginya pemain berhak untuk menuntut tim yang tidak memenuhi kontrak yang telah disepakati. “Saya sudah di Badak Lampung FC sekarang. Masalah ini berlarut-larut. Semoga segera mungkin diselesaikan,” harapnya. (ngi/din/ful/fin)