Jangan Bebani Siswa! Totong: Penyediaan Buku Ajar Sudah Disediakan Pemerintah

330
Totong, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut

RadarPriangan.com, GARUT – Menanggapi keluhan para orang tua terkait harga buku SD yang dianggap terlalu mahal dan memberatkan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, menginstruksikan ke seluruh sekolah khususnya Sekolah Dasar (SD) negeri agar tidak membebankan siswa dan orang tua membeli buku sebagai bahan penunjang kegiatan belajar mengajar, apalagi mencapai Rp 1 juta.

“Jangan sampai ada diwajibkan oleh sekolah, ini yang harus diluruskan, tidak boleh,” kata Kepala Disdik Kabupaten Garut, Totong saat dihubungi wartawan di Garut.

Buku paket sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah sudah dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten dari 20 persen dana pendidikan.

Jika sekolah tidak menggunakan anggaran itu, kata dia, maka menyalahi aturan, apalagi siswa diwajibkan harus membeli buku dengan jumlah yang banyak.

“Untuk apa ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah) 20 persen alokasi untuk buku paket, kan begitu jelasnya,” kata Totong.

Totong menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 tentang komite sekolah yang didalamnya membahas tentang pelarangan menjual buku kepada siswa.

Tetapi, bagi orang tua siswa yang ingin anaknya menambah wawasan, kata Totong, dipersilakan untuk membeli buku tanpa ada paksaan dari pihak sekolah terutama guru.

“Kalau saja ada orang tua yang mau anaknya nambah wawasan dan ingin membawa pulang bukunya dipersilakan membeli buku ke penerbit,” katanya.

Terkait keluhan orang tua siswa belakangan ini menjadi perhatian Disdik Garut, pihaknya segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah Pendidikan di kecamatan.

Tidak hanya itu, Totong juga berencana untuk mengecek siapa saja yang memberlakukan hal tersebut  kemudian pihak terkait akan dipanggil agar bisa menjelaskan alasan siswa harus memiliki banyak buku pelajaran, karena kemampuan ekonomi orang tua siswa tidak dapat disamakan. (erf)