Israel Akan Bangun Lagi Ratusan Pumukiman Ilegal di Tepi Barat

73
ist

RadarPriangan.com, JAKARTA – Pemerintah Israel berencana kembali membangun 164 unit perumahan untuk pemukim ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Rencana ini dikeluarkan saat Israel bersiap untuk mencaplok sepertiga wilayah Palestina.

Seperti dilansir the New Arab, Selasa (7/7/2020), Kepala Komite Perlawanan Tembok dan Permukiman di Betlehem (CAWSB), Hassan Bureijia mengatakan, bahwa Komite Perencanaan Tinggi Administrasi Sipil Israel telah menyetujui pembangunan 164 unit rumah di pemukiman Neve Daniel di Betlehem selatan.

“Upaya ilegal Israel itu akan menciptakan lingkungan baru yang dibangun di atas tanah milik Palestina di Kota Khader. Letaknya sekitar lima kilometer barat Betlehem dan desa Nahalin,” kata Bureijia.

Bureijia memandang pembangunan pemukiman ini sebagai penghalang bagi upaya perdamaian, pelanggaran kedaulatan Palestina, dan dianggap ilegal menurut hukum internasional.

“Israel telah menduduki Tepi Barat secara ilegal sejak 1967, dan melakukan berbagai pelanggaran terhadap warga sipil Palestina,” ujarnya.

Sebagaimana dilaporkan, saat ini ada lebih dari 600 ribu orang Yahudi Israel tinggal di pemukiman di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur, dalam konstruksi yang dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional. Perjanjian Oslo tahun 1995 membagi Tepi Barat yang diduduki menjadi tiga yakni Area A, Area B dan Area C.

Area A berada di bawah kendali administrasi dan keamanan Otoritas Palestina (PA). Administrasi Area B dikendalikan oleh Otoritas Palestina sementara Israel mengendalikan keamanan.

Sedangkan area C berada di bawah kendali administrasi dan keamanan penuh Israel. Israel semula berencana memulai aneksasi Tepi Barat pada 1 Juli, tetapi rencana itu ditunda. (der/fin/RP)