Innalillahi! Liang Lahat di Perkotaan Makin Sempit, Pemerintah Upayakan Perluasan Lahan

173
Keterangan Foto : Warga Kabupaten Garut tengah melakukan ziarah saat berkunjung (ziarah) ke tempat pemakaman umum di Tenjolaya beberapa waktu lalu

Editor : Muhamad Erfan

RadarPriangan.com,GARUT – Ketersediaan lahan untuk pemakaman di Perkotaan Garut semakin menipis. Masyarakat pun harus lebih jeli mencari lokasi untuk liang lahat jika ada keluarga yang meninggal.

“Sekarang tempat pemakaman di perkotaan sudah susah, disini penuh, disana penuh, baiknya ada penambahan lokasi pemakaman atau perluasan lahan di sekitar yang sudah ada, ketika ada juga sekarang mah paling cukup mungkin lahannya, ada nyempil lahan bisa masuk di tengah tengah pemakaman yang ada,” kata salah seorang warga Garut, Fauzi (28) mengulas kondisi pemakaman di Perkotaan Garut.

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut mulai proyeksikan perluasan lahan pemakaman umum yang berada di bawah kelola Dinas. Hal tersebut lantaran kapasitas lahan di beberapa pemakaman umum di perkotaan padat penduduk, nyaris tidak tersedia.

“Pemerintah daerah harus menyediakan fasilitas sosial atau fasilitas umum sebanyak 20 persen dari jumlah penduduk. Bupati mengharapkan ada pengembangan tempat pemakaman umum, kita mengecek kesiapan, seperti di pemakaman umum tenjolaya, paminggir, bratayudha, memang kondisinya sudah padat dan perlu perluasan,” kata Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup, Dang Sani didampingi Kasie Pemakaman Irfan, kepada wartawan di TPU Tenjolaya, beberapa waktu lalu.

Dang Sani mengungkapkan, meski pemakaman umum di bawah naungan Pemda sudah padat, tetapi Garut belum darurat tempat pemakaman.

“Dikatakan darurat tidak, karena luas wilayah Garut besar dan banyak lahan kosong bisa dijadikan tempat pemakaman. Pa Bupati minta cari lahan di kota yang padat penduduknya,” ujarnya.

Menurutnya, perluasan lahan pemakaman sudah dilakukan di TPU Paminggir, luasnya 1 hektare. Upaya perluasan lahan pemakaman umum juga akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang untuk TPU Tenjolaya seluas 1 hektare, TPU Sukadana 200 tumbak atau sekitar 3.000 meter persegi.

“TPU Paminggir sudah satu hektare perluasan, untuk tahun 2021 kita menyediakan Tenjolaya pengembangan ke belakang tenjolaya satu hektare, kami sudah anggarkan dimasukan KUA PPAS untuk pembebasan tanah, yang sukadana di belakang pesantren menyediakan lahan luas 200 tumbak sekitar 3,000 meter persegi, yang lainnya bertahap,” katanya.

Lanjutnya, masyarakat yang notabene keluarganya dimakamkan di TPU milik pemerintah akan diminta retribusi per tahun, tapi jumlahnya relatif tidak besar. Hal tersebut sebagaimana diatur Perda 10/2016 tentang retribusi pemakaman umum.

“Tapi secara langsung kami tidak langsung memungut. Jadi menunggu mereka sudah berduka cita, kami juga tidak menagih. PAD kita dari pemakaman juga hanya Rp 13 juta per tahun,” tambahnya.

Berdasarkan data DLH saat ini, luas lahan pemakaman umum di bawah Pemda Garut di 42 kecamatan seluas 9,7 hektare. Jumlah tersebut perlu penambahan seiring pertumbuhan jumlah penduduk di Kabupaten Garut.

“Yang diluar itu (TPU di bawah Pemda, red) kita belum mendata seperti tanah wakaf di desa. Namun, untuk solusi yang tidak ada lahan lagi untuk pemakaman umum, itu bisa dialihkan ke daerah lain yang ada tanah kosong untuk pemakaman warga daerah tertentu. Kemudian, kalau pembukaan perumahan, pengembang diwajibkan menyediakan fasilitas umum 20 persen, termasuk pemakaman umum ditempatkan dimana saja,” pungkasnya. (erf)