Indonesia Boyong Dua Medali Emas di Olimpiade Fisika

9

JAKARTA – Tim fisika Indonesia berhasil memboyong dua medali emas pada ajang International distributed Physics Olympiad (IdPhO) 2020 tingkat SMA.

Dua siswa peraih medali emas adalah Peter A. Sadhani dari SMA Aloysius 1 Bandung, Jawa Barat, dan Wilson C. Putra dari SMA Sutomo 1 Medan, Sumatra Utara.

“Selamat kepada seluruh tim yang berhasil membawa medali, di tengah pandemi covid-19, kalian tetap kobarkan semangat belajar dan menjadi yang terbaik,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi melalui keterangannya, Kamis (17/12).

Selain dua medali emas, satu medali perunggu juga diraih Lugas Firdinad Hamdi siswa MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur. Kemudian, dua honorable mention (HM) yang diraih Ahmad Arsy dari SMAN 1 Palembang, Sumatera Selatan, dan Dean Hartono dari SMAK Penabur Bintaro Jaya.

Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad/IPhO) ke-51 tahun ini seharusnya digelar di Vilnius, Lithuania pada Juli 2020. Namun, akibat pandemi covid-19 yang melanda dunia, pelaksanaan IPhO 2020 ditunda menjadi tahun 2021.

Guna mengakomodasi berbagai upaya persiapan yang telah dilakukan siswa dan pembinanya, dan pemerintah masing-masing negara peserta dalam persiapan IPhO 2020, tim IPhO Rusia berinisiatif menyelenggarakan kompetisi sejenis bernama IdPhO 2020 (International distributed Physics Olympiad).

“Kompetisi IdPhO ini telah diketahui dan disetujui oleh Presiden IPhO untuk ditawarkan ke negara-negara anggota IPhO,” ujarnya.

“Terselip kata ‘distribute’, karena pelaksanaan tes IphO terdistribusi di negara-negara peserta. Jadi, para peserta tidak melaksanakan tes di satu tempat, sebagaimana biasanya,” sambungnya.

Kompetisi ini diselenggarakan dengan kualitas soal dan semua aturan yang sama dengan kompetisi IPhO, termasuk materi tes yang terdiri dari Fisika teori dan eksperimen.

Seluruh siswa peserta mengikuti tes di negaranya masing-masing. Lima peserta Indonesia melaksanakan tes teori pada 8 Desember, dan tes eksperimen pada 10 Desember di Hotel Harris Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Masing-masing tes berlangsung selama lima jam tanpa jeda. Kualitas soal IdPhO tidak kalah hebatnya dengan soal IPhO. Hal ini terlihat dari passing grade untuk medali emas yang sangat rendah hanya sebesar 21,39 dari total nilai 50.

Ketua Tim Indonesia sekaligus pembina para peserta, Syamsu Rosid menambahkan, bahwa terdapat 211 peserta dari 45 negara yang terdaftar sebagai peserta pada kompetisi fisika tingkat SMA ini dan hanya 204 peserta yang mengirimkan lembar jawaban soal teori maupun eksperimen ke panitia di Rusia.

Menurutnya, panitia IdPhO telah mengirimkan alat eksperimen hanya ke 34 negara. Dari 204 peserta itu, 169 siswa adalah peserta resmi dan 35 siswa lainnya sebagai peserta tamu.

“Semoga upaya ini semua berbuah kebaikan untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta,” pungkasnya. (der/fin)