Indahnya Thawaf di Malam Gerhana

215
Suasana Masjidil Haram saat fenomena gerhana bulan. (ist)

RadarPriangan.com, MAKKAH– Hati Dharmono, 42, tak kuasa menahan haru. Selasa malam (16/7), menjadi salah satu malam yang amat ia impikan. Ia akan melaksanakan umrah wajib yang menjadi rangkaian perjalanan ibadah hajinya menjelang salat gerhana bulan di Masjidil Haram.

Dengan mengumandangkan talbiyah ia langkahkan kaki menuju Baitullah dari pemondokan di wilayah Raudhah, Makkah. Labbaik allah humma labbaik. Labbaik kala syarikalaka labaik.. Innal hamda wa nimatalak, wal mulkala syarikalak.

Setibanya di Masjidil Haram, Mono, begitu ia biasa disapa, makin tak kuasa mengendalikan getaran hatinya. Bersama sang istri Zubaedah dan 390-an jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang pertama Jakarta Pondok Gede (JKG-01), memulai putaran thawafnya.

Keindahan suasana thawaf makin dirasakan Mono, mengingat malam ini juga terjadi fenomena alam gerhana bulan. Bisa thawaf mengelilingi Kakbah saja sudah sebuah keajaiban, ditambah lagi ia menyaksikan gerhana bulan di langit Makkah.

“Selama ini saya cuma melihat Kakbah itu di gambar di televisi. Jadi enggak bisa bayangkan gimana campur aduknya ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ditambah dengan indahnya gerhana yang bisa kita saksikan langsung saat thawaf,” tutur ayah satu anak ini.

Sambil mengelilingi Kakbah, Mono memanjatkan segala hajat yang terpendam dalam relung hatinya.

“Saya panjatkan doa keselamatan untuk saya keluarga dan teman-teman agar lekas dipanggil ke sini. Saya pun berdoa untuk diri sendiri semoga saya selalu bisa bermanfaat untuk orang lain dimanapun saya berada,” ujarnya.

Mono tak sendiri. Selain doa-doa yang ia panjatkan saat thawaf, ia bersama ribuat umat muslim dari seluruh penjuru dunia pun melangitkan jutaan doa usai salat gerhana bulan (salat khusuf) yang dilaksanakan berjemaah di hadapan Kakbah.

“Saya juga dapat cerita dari pembimbing ibadah di sini dengan bisa berada di sini pas umroh wajib menyaksikan dan menjalankan salat gerhana di depan Kakbah tidak setiap orang punya kesempatan seperti ini,” ucapnya.

Salat yang dipimpin Syekh Abdullah bin Awwad Aljuhany ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat selama hampir satu jam yakni dimulai pada hari Selasa (16/7) pukul 23.20 hingga Rabu (17/7) pukul 00.15 waktu Saudi.

“Mari kita tingkatkan taqwa dan ingat bahwa fenomena alam ini adalah tanda kekuasaan Allah,” pesan khatib dalam khutbahnya yang disampaikan usai salat Khusuf berjemaah. (ful/fin)