Ibadah Umroh Akan Dibuka Bertahap

74
Jemaah melakukan Tawaf al-Ifada, pada puncak peziarahan haji tahunan di Masjidil Haram di kota suci Mekkah, Arab Saudi. (dok/ist)

RadarPriangan.com, ARAB SAUDI – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan, rencana untuk membuka izin pelaksanaan umroh akan dibuka secara bertahap.

Kebijakan itu dilakukan setelah kerajaan mencabut sebagian penangguhan penerbangan internasional mulai Selasa (15/9/2020).

Melansir Arab News, Senin (14/9/2020), hal ini diumumkan Kementerian Dalam Negeri Saudi, Minggu (13/9/2020) setelah enam bulan pemberlakuan pembatasan perjalanan akibat pandemi.

Sebelumnya, Arab Saudi menangguhkan umroh sepanjang tahun sejak Maret. Penangguhan dilakukan karena khawatir pandemi virus korona akan menyebar ke kota-kota paling suci bagi umat Islam.

Saudi juga mengurangi jumlah jemaat yang diperbolehkan melakukan ibadah haji pada akhir Juli lalu. Saat itu, hanya 10.000 umat yang diperbolehkan melakukan ibadah haji tahunan. Padahal tahun lalu, 2,5 juta umat yang berpartisipasi dalam ziarah itu.

“Kerajaan akan mengakhiri seluruh pembatasan pada transportasi udara, darat, dan laut setelah 1 Januari tahun depan,” kata pihak Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, seperti dikutip AFP, Senin (14/9).

Sementara itu, warga Timur Tengah dan non-Saudi dengan izin tinggal “iqama” atau visa kunjungan dapat masuk ke wilayah kerajaan mulai 15 September 2020 dengan syarat telah dinyatakan negatif Covid-19 dalam 48 jam terakhir.

Adapun “kategori luar biasa” untuk pegawai pemerintah dan militer, kedutaan asing, dan orang-orang yang membutuhkan pengobatan juga akan diizinkan masuk dan keluar dari wilayah Saudi mulai 15 September mendatang.

Selain itu, pengecualian ini juga mencakup siswa-siswa yang studi atau pelatihannya memerlukan perjalanan ke negara lain.

Keluarga-keluarga yang harus terpisah akibat penguncian (lockdown) juga diperbolehkan melakukan perjalanan untuk kembali bertemu dengan anggota keluarganya di wilayah lain dari kerajaan.

Otoritas memasukkan mereka dalam kategori kasus humanitarian. Warga Saudi dengan izin tinggal di luar kerajaan juga diizinkan melakukan perjalanan.

Sebelumnya, penangguhan penerbangan internasional yang dilakukan oleh Arab Saudi membuat banyak orang yang harus terdampar di luar negeri.

Pembatasan-pembatasan ini secara bertahap telah dilonggarkan. Sebelum rencana pencabutan penangguhan penerbangan internasional ini, Arab Saudi juga telah mengakhiri pemberlakuan jam malam di seluruh wilayah kerajaan pada Juni lalu.

Melansir data dari laman Worldometers, Senin (14/9/2020), jumlah total kasus Covid-19 yang telah terjadi di Arab Saudi adalah sebanyak 325.651 kasus. Dari angka itu, ada 4.268 kasus kematian dan lebih dari 300.000 orang yang telah dinyatakan sembuh.

Angka ini merupakan yang tertinggi diantara negara Timur Tengah lain. Pada bulan Juni, Arab Saudi memutuskan untuk mengakhiri jam malam di seluruh kerajaan dan mencabut pembatasan bisnis, termasuk bioskop dan tempat hiburan lainnya. (der/fin)