Hujan Disertai Angin, Rusak Belasan Rumah Warga

66
ist

CIAMIS – Hujan deras disertai angin kencang melanda empat Desa di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa sore (21/01/2020). Akibatnya belasan rumah warga serta tempat ibadah rusak.

Desa yang mengalami kerusakan yaitu,di Desa Neglasari terdapat 6 rumah rusak sedang, di Desa Sukajaya 8 rumah rusak, di Desa Bantarsari 4 rumah rusak dan di Desa Pasirnagara angin kencang merusak atap Masjid Al Amanah.

Anggota Tagana Ciamis wilayah Selatan, Baehaki Efendi menyampaikan, kerusakan akibat angin kencang puting beliung itu umumnya pada bagian atap beterbangan karena terbawa angin. Serta Ada juga yang rumahnya tertimpa pohon.

” Rata-rata rumah yang rusak terbawa angin adalah atap rumahnya,” ujarnya Rabu (22/01/2020).

Dalam kejadian tersebut tak ada korban jiwa. Warga yang rumahnya rusak secara gotong royong memperbaikinya dibantu warga dan aparat setempat.

“Rumah yang mengalami kerusakan langsung diperbaiki secara gotong royong untuk bisa kembali di tempati,” ucapnya

Ia mengimbau, agar masyarakat untuk tetap waspada di saat cuaca ekstrim saat ini. Selain angin kencang yang sewaktu-waktu melanda pada sore hari, banjir luapan sungai bisa saja terjadi saat hujan datang.

” Tetap waspada dan hati-hati saat terjadi hujan. Bila kondisi mengancam sebaiknya segera menyelamatkan diri ke tempat aman agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada diri kita,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Ciamis H M Soekiman membenarkan, bahwa peristiwa angin kencang tersebut.

Angin kencang berpotensi terjadi hampir di seluruh Kecamatan di Kabupaten Ciamis. Lokasinya antara lain di Pamarican, Lakbok, Tambaksari, Rancah dan Tambaksari.

Bencana di Ciamis secara umum wilayah Utara sering longsor dan Selatan Banjir seperti di Lakbok dan Purwadadi. Tapi di Utara bukan berarti bebas banjir. Ada kasus di Panumbangan sempat banjir saat Sungai Citanduy meluap.

” Masarakat harus terus waspada karena cuaca saat ini mulai ekstrim, hati-hati jaga keamanan. Bila ada potensi yang mengancam keselamatan seperti pergerakan tanah cepat laporkan dan berkordinasi supaya tim bisa memantau ke lokasi dan memastikan keadaan aman atau tidak,” jelasnya.(mg2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here