Hoaks Kian Merajalela, Sudah 353 Data Kabar Bohong Terendus

246
Rudiantara

JAKARTA – Makin parah. Kian dekat dengan hari H Pemilihan Presiden (Pilpres), kabar bohong alias hoaks makin merajalela. Padahal Polri terus memproses hukum pembuat dan penyebar hoaks, namun kenyataan kejahatan ini terus meningkat.

Ya, dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pada Agustus 2018 terdapat 25 hoax yang ditemukan. Bulan September 2018 meningkat dua kasus, hanya 27 hoaks. Lalu, Oktober 2018 jumlah hoaks meningkat menjadi 53 kasus.

Namun, kian mendekati Pilpres, jumlah hoaks yang ditemukan makin naik. Pada November 2018 jumlah hoaks mencapai 63, lalu meningkat lagi dengan 75 hoaks pada Desember 2018. Kenaikan drastis terjadi di Januari 2019 dengan 175 hoaks dan Februari 2019 terdapat 353 hoaks. Peningkatan dua bulan terakhir itu uterus melebihi 100 persen.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menuturkan, dari semua hoaks sejak November 2018 hingga Februari 2019 itu hoax paling banyak masuk dalam kategori politik. Ini jelas ada kaitannya dengan tahun politik. “Tapi, masa ke pesta itu mengajak berantem. Harusnya pesta demokrasi ini fun, makan-makan dan sebagainya,” ujarnya.

Penindakan yang dilakukan Kemenkominfo dengan tiga tahap, hulu, tengah dan hilir. Untuk di hulu itu penanganan jangka panjang dengan literasi sosial. Di tengah dilakukan tindakan-tindakan dunia maya, misalnya dengan mengumumkan hoaks of the day dan lainnya. “Di hilirnya bekerjasama dengan polisi atau aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan nyata,” terangnya.

Sementara Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal mengatakan, hoax yang ditemukan Polri justru sebenarnya lebih banyak. Namun, Polri langsung melakukan proses proaktif. Salah satu contohnya, Bhabinkamtibmas memberikan himbauan. “Tentu agar tidak menjadi pelaku atau pun korban,” jelasnya.

Polri juga melakukan berbagai upaya selain penegakan hukum, seperti mengajak semua pihak untuk melakukan literasi digital. “Bahkan kami ajak youtuber, selebgram dan sebagainya,” papar jenderal berbintang dua tersebut.

Bahkan, hoaks ini harus bersama-sama dilawan. Dengan cara tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. “Kalau semua begitu, tentu hoaks tidak akan membesar, papar mantan Wakapolda Jatim tersebut. Dia memberikan peringatan terhadap produsen hoax dan penyebarnya. Polri akan menegakkan hukum terhadap kedua pelaku semacam itu. “Kita tegas, dan terus bekerja. yang melanggar kita proses hukum,” timpalnya. (mhf/ful/fin)