Hilang Uang Secara Misterius, Warga Rancah Curigai Tuyul

397
Spanduk warga yang jengkel karena kehilangan uang secara misterius. (ist)

RadarPriangan.com, CIAMIS – Sejak dua hari terakhir di Desa Karangpari, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, banyak  terpampang spanduk bertuliskan ‘Tuyul’ di sejumlah titik hampir seluruh dusun pinggir jalan dan gapura.

Terlihat tulisan tersebut merupakan peringatan berbahasa Sunda, “Sing Saha Nu Boga TUYUL di Doakeun Ku Sarerea Sing Kena Ku Azab Allah.. Amiin”. Yang artinya “Siapa saja yang memiliki TUYUL didoakan oleh semua supaya terkena oleh azab Allah.. Amiin”.

Pemasangan spanduk tersebut dilakukan, karena belakangan ini sejumlah warga mengaku resah karena sering kehilangan uang secara misterius. Kehilangan uang itu secara dicicil hampir setiap hari dengan jumlah yang bervariasi mulai Rp100 ribu, Rp300 ribu hingga Rp500 ribu.

Warga menduga hilangnya uang itu dicuri oleh tuyul. Uang hilang tetapi tidak ada jejak pencurian. Jika itu dilakukan oleh seorang pencuri maka akan terlihat tanda bekas hasil curian. Uang yang hilang itu umumnya tersimpan di dalam lemari.

“Pemasangan spanduk ini karena di desa kami sering terjadi kehilangan uang secara misterius. Ini sudah meresahkan, tidak ada pembobolan tapi uang hilang,” ujar Dodi Suryadi, Anggota Karang Taruna Desa Karangpari, Sabtu (27/4).

Menurut Dodi, peristiwa hilangnya uang warga secara misterius terjadi sudah cukup lama. Namun kehilangan uang gencar terjadi pada dua pekan belakangan ini.

“Harapannya dengan adanya pemasangan spanduk ini, siapa pun yang diduga punya tuyul supaya bertaubat,” ucapnya.

Warga lainnya, Andri Purwanto alias Oboy mengatakan, pemasangan spanduk ini atas inisiatif Karang Taruna dan warga. Ia pun mengaku menjadi korban kehilangan uang secara misterius tiga kali dengan pecahan Rp100 ribu. Padahal uang tersebut sengaja Oboy simpan untuk biaya persalinan isterinya yang kini mengandung anak kedua.

“Kepada siapa saja ini, atau kalau dugaan kami benar memang ada tuyul di sini, segera tobat. Jangan sampai meresahkan, kami ingin kondusif,” ujar Oboy.

sementara Kasatreskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto mengimbau warga yang kehilangan uang sebaiknya melapor. Jangan percaya terhadap hal tersebut dengan lebih meningkatkan iman dan takwa.

“Sebaiknya tak percaya itu, tingkatkan iman dan takwa. Kalau kemalingan atau kehilangan, atau apa bisa dilaporkan ke polisi,” ujar Hendra

Ia mengimbau warga untuk tidak percaya terhadap isu tuyul atau hal mistis.

 “Lebih baik meningkatkan siskamling, supaya kampung tetap aman dan terhindar dari orang yang akan berbuat jahat dan kriminal. Intinya harus percaya iman,” pungkasnya. (mg2)