Heboh, Beredar Raja Kandang Wesi di Garut, Ini Klarifikasi Nur Seno

229
Nur Seno SP Utomo

GARUT – Setelah akhir-akhir ini dunia media lagi ramai dengan isu mengenai munculnya berbagai Kerajaan seperti Sunda Empire yang bahkan dibahas dalam acara TV Swasta, kini di Garut beredar rumor mengenai adanya Kerajaan Kandang Wesi yang terletak di Desa Tegalgede Kecamatan Pakenjang, Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan nama Rajanya Nur Seno SP Utomo.

Dari penelusuran Radarpriangan.com yang langsung menemui Nur Seno SP Utomo pada hari Kamis malam (24/1/2020) di salah satu tempat cafe wilayah Garut Kota, akhirnya jelas sudah apa yang menjadi rumor tersebut bisa terjawab.

Menurut Nurseno SP Utomo bahwa gelar raja yang didapatkan pada tahun 2015 lalu di Taman Mini oleh Kanjeng Sri Sultan Notobroto dari Selangor Malaysia dan juga selandang kehormatan atas eksistensi Paguron Syahbandar Karimadi.

“Saya dikukuhkan di Taman Mini tahun 2015 yang istilahnya Istirob oleh Raja Prof.DR. Sri Sultan Noto Broto dai selangor Malaysia dan saya dikasih sebuah selandang kehormatan yang diracik dari Kerajaan Inggris karena Malaysia ada hubungannya dengan Inggris dan bagi saya hanya sebagai gelar saja,” jelasnya, Kamis (24/01/2020)

Nurseno juga menyampaikan bahwa Pagorun yang telah didirikan sejak tahun 1998 hanya memberikan jasa dari bodoh menjadi pintar, dari takut menjadi berani dan intinya memberi penyembuhan lahir batin dan itu yang terimplementasikan selama ini.

“Memang ini terlahir dari penghargaan eksistensi Paguron Syahbandar Karimadi yang telah memberi sebuah jasa kepada masyarakat lokal, regional, nasional dan internasional jadi dari jasa itulah terlahir penghargaan-penghargaan dari komunitas budaya kepada saya. Karena memang saya lahir di Kandang Wesi, penduduk Kandangwesi, menggali tenaga keilmuan tenaga dalam atau tenaga batin dari Kandang Wesi”.

“Dan itu terbukti Kandangwesi sebuah kerjaan tua, ada situsnya di Dayeuhluhur dan saya sudah perkenalkan kepada dunia melalui faceebok juga. Lalu ada telur pamegaran sebagai simbol di situ adalah cikal bakal. Selain berbentuk telur ada juga batu megalitikum dan itu lebih tua daripada batu-batu di Mesir kuno bahkan batu di Gunung Padang,” jelasnya. (bow)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here