Hati-hati! Covid-19 Bisa Menyerang Tanpa Gejala, Tapi Menular

237
Juru Pusat Informasi dan Koordinasi Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizky Darajat didampingi Humas Polres Garut Muhlis saat jumpa pers di Gedung Pendopo Garut. (foto : dokumen)

Warga Diimbau Optimalkan Social dan Physical Distancing

GARUT – Temuan kasus corona virus disease (Covid-19) di Kabupaten Garut terus bertambah. Tidak hanya pasien atau orang yang terlihat gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak dan lainnya, kasus yang baru-baru muncul justru nampak kasus Covid-19 dengan orang tanpa gejala (OTG). Meski begitu, virus yang ada di dalam OTG itu tetap bisa menular yang menimbulkan gejala demam, batuk, sesak, pilek dan lainnya pada orang lain yang terpapar.

“Ada status baru (dari kasus Covid-19 di Kabupaten Garut, red) adalah orang tanpa gejala (OTG, red). OTG adalah orang yang mempunyai atau kontak langsung dengan pasien yang sudah confirm. Ini tercatat ada 144 kasus,” kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Penanggulangan Virus Covid-19 Kabupaten Garut, Ricky Rizky Darajat kepada wartawan di Gedung Pendopo Garut.

Menurutnya, kasus Covid-19 yang melekat pada orang tanpa gejala juga memiliki potensi untuk menyebarkan, jika tidak ada upaya social distancing maupun physical distancing.

Maka dari itu, Ricky mengingatkan agar masyarakat senantiasa mengindahkan apa yang disarankan oleh pemerintah terkait social distancing maupun physical distancing untuk pencegahan penyebaran virus korona di Kabupaten Garut.

Lanjutnya, akumulasi dari kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 berjumlah 1590 kasus dengan rincian ODP 1423 kasus dengan rincian 1117 dalam pemantauan atau ada di rumah isolasi mandiri, 18 orang dalam perawatan di RSUD, dirawat memiliki penyakit penyerta seperti DBD, ISPA, dan dari 288 ODP telah selesai masa pemantauan atau sehat sekarang berada di rumah berkumpul dnegan keluarganya. Sementara untuk PDP tercatat sudah ada 21 kasus dengan rincian 6 hari ini ada dalam perawatan dan masih diisolasi di RSUD. Sementara 15 orang lainnya telah selesai atau dinyatakan negatif.

Ricky menyebutkan, kasus kedua pasien positif korona atau KC-2 di Kabupaten Garut memiliki riwayat berkunjung ke daerah zona merah, yakni DKI Jakarta.

“Sejak merasakan dirinya mengalami gejala-gejala batuk demam sejak itu, dan ia menyadari bahwa ia pulang dari zona merah, sejak itu pula ia melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Bulan maret secara mandiri diambil sample, dikirim hasilnya ke Bandung dan diketahui 3 april dengan status konfirmasi positif,” katanya.

Ia menjelaskan, KC-2 di Kabupaten Garut sudah menginjak hari ke-17, kali ini sudah memenuhi syarat waktu untuk diambil spesimen ulang.

Lanjutnya, sejak hari ini pihaknya telah melakukan Tracing kepada orang-orang yang erat melakukan kontak pisik di lima lokasi yaitu 4 faskes dan satu perkantoran dari tempat tersebut total ada sebanyak 110 yang dilakukan pengecekan kesehatan dengan Rapid Test. “Dari 110 orang tersebut dengan alat Rapid Test 110 negatif,” pungkasnya.