Hari ini Diprediksi Puncak Arus Mudik

293
Kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tadi malam (30/5) menuju sejumlah tujuan wilayah utara lewat tol maupun selatan jawa lewat Garut-Tasikmalaya. (FIN)

Ada Alternatif, Abaikan Jalan Tol

RadarPriangan.com, JAKARTA –Strategi menghindari terjadinya kepadatan kendaraan di jalan Tol Trans Jawa yang diprediksi menjadi jalur favorit para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, jalur selatan bisa menjadi alternatif yang baik untuk dilewati para pemudik, karena kondisinya dipastikan siap untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

“Jalur selatan ini menjadi favorit dan bisa menjadi alternatif bagi pemudik. Jadi orang jangan hanya menggunakan jalan tol saja,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Rabu lalu (29/5).

Menhub memprediksi jalur selatan Jawa seperti Nagreg, Tasikmalaya, dan Garut akan lebih lengang daripada jalur yang lain. Selain itu, dengan pemandangan yang indah dan banyak tempat pariwisata bisa menjadi pilihan jalur yang menyenangkan bagi pemudik.

Prediksi Menhub puncak arus mudik akan terjadi pada Jumat (31/5). Karenanya untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019, jalur Bandung-Nagreg-Tasikmalaya adalah salah satu jalur yang terkena dampak pembatasan.

“Kita memang melakukan pelarangan kendaraan berat kecuali truk yang mengangkut sembako mulai tanggal 30 Mei sampai 2 Juni 2019,” ungkap Budi.

Dalam kesempatan itu Menko PM Puan Maharani yang ikut dalam peninjauan itu mengapresiasi pihak-pihak terkait yang telah mempersiapkan pengaturan lalu lintas untuk arus mudik lebaran khususnya di jalur selatan Jawa Barat.

“Bagaimana pengaturan arus satu arah atau bagaimana nanti membuat jalur-jalur tertentu agar tidak macet oleh pihak kepolisian di sini bekerja sama dengan Bupati, Pemda dan Kementerian terkait yang sudah menyiapkan,” kata Puan.

Untuk kesehatan, lanjut Menko PMK, juga sudah disediakan posko kesehatan. Arus mudik alternatif pun sudah disiapkan. “Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan pihak-pihak yerkait yang sudah menyiapkan arus mudik lebaran, kali ini dapat berjalan lebih baik dan lancar,” jelas Puan.

Sistem Contraflow Diberlakukan Lebih Awal

Sementara itu, jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) macet oleh kendaraan pemudik pada Kamis (30/5). Kepadatan kendaraan sebelumnya sudah terlihat sejak H-7 menjelang Lebaran, Rabu (29/5) malam.

Hal ini diungkapkan oleh Corporate Communications Department Head PT Jasa Marga Tbk, Ira Susiyanti. Dia menyebut, arus lalulintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek, sejak Rabu (29/5) malam, terpantau mulai ada peningkatan volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek yang mengakibatkan kepadatan di spot-spot tertentu.

“Iya kepadatan itu terutama terjadi menjelang sejumlah titik rest area di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek,” kata Irra kepada Fajar Indonesia Network, Kamis (30/5).

Menurut Irra, terkait dengan situasi kepadatan arus lalulintas di lokasi itu Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek pun berinisiatif mempercepat pemberlakuan rekayasa lalu lintas contraflow dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya, Kamis (30/5) sekitar pukul 06.00.

“Iya berdasarkan pertimbangan untuk dapat mengurai kepadatan di ruas tol itu, kami bersama kepolisian memutuskan untuk memberlakukan contraflow lebih awal dari jadwal sebelumnya, sekitar pukul 05.30,” ungkap Irra.

Lanjut Irra, pemberlakuan contraflow di lokasi itu dimulai, dari titik Km 29 s.d Km 61 arah Cikampek. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat mencairkan kepadatan di jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek yang terpantau terus mengalami peningkatan jumlah volume kendaraan, terutama menjelang titik-titik rest area Km 33, Km 39, Km 50, Km 57 dan seterusnya.

Adapun pemberlakuan Contraflow itu, diakui Irra, cukup mengatasi kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek hingga, Kamis (30/5) sore, sampai akhirnya saat ini (malam) situasi kepadatan pun sudah terpantau lancar. Dan atas pertimbangan itu pula, tepat pukul 19.45 WIB, Jasa Marga pun memutuska menutup lajur contraflow di Km 34+800 s.d Km 69.

“Tapi, untuk rekayasa lalu lintas one way masih diberlakukan secara efektif dari Km 70 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan Km 263 Brebes Barat, dimana saat ini masih terpantau padat,” ujarnya.

Irra mengatakan, rekayasa lalu lintas one way yang diberlakukan pihaknya atas diskresi Kepolisian ini berbeda dengan Contraflow. Untuk One Way sendiri, irra menyebut, baru diberlakukan pada pukul 08.00 WIB pagi tadi, hingga saat ini (Kamis, 30/5) malam.

Irra juga mengungkapkan, guna menunjang pemberlakukan rekayasa lalulintas One Way, PT Jasa Marga memberlakukan 28 gardu di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama yang merupakan GT pertama untuk melayani lalu lintas one way, sejak pukul 17.15 WIB.

“Tujuannya, untuk melayani transaksi ke arah Cikampek yang sebelumnya, mengoperasikan 24 dari jumlah total 28 Gardu Tol. Hal ini sendiri atas diskresi Kepolisian, sementara ada 4 Gardu Tol yang masih melayani transaksi kendaraan ke arah Jakarta,” terangnya.

Memasuki jam favorit pengguna jalan untuk melakukan perjalan mudik serta untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi. Jasa Marga atas diskresi Kepolisian pun saat ini mengoperasikan total 28 Gardu Tol Operasi untuk dapat melayani transaksi arah Cikampek dengan lebih maksimal.

Irra menambahkan, guna meperlancar dan memberikan kenyamananpengguna tol, saat ini kepolisian menempatkan petugasnya di titik rawan untuk menindak tegas pengguna jalan yang berhenti di bahu jalan dan/atau di luar rest area.

Sementara itu berdasarkan data dari PT Jasa Marga Tbk jumlah volume kendaraan yang melintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek, pada H-7 Lebaran, totalnya tercatat sebanyak 186.602 kendaraan telag melintas meninggalkan Jakarta menuju arah Timur, arah Barat dan arah Selatan.

Angka ini naik sebesar 41,69 % dari lalulintas harian (LHR) normal sebesar 131.698 kendaraan.

Adapun, jumlah lalu lintas H-7 Lebaran 2019 ini baru memenuhi realisasi 13,5 % dari total prediksi Jasa Marga untuk lalu lintas mudik menuju ketiga arah sebesar 1.383.830 kendaraan sejak H-7 s.d H-1 Lebaran 2019.

Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri telah memprediksi arus mudik lebaran 2019 akan mulai terjadi, pada Rabu (29/5) malam. Sedangkan, untuk puncak arus mudiknya dia memprediksi akan terjadi, pada H-3 hari raya Idul Fitri.

“Pergerakan arus mudik yang diprediksi mulai terjadi pada malam ini yakni arus mudik menuju Jawa dan Merak,” ujarnya saat meninjau tol Jakarta-Cikampek, Rabu (29/5).

Adapun dari hasil pemantauannya, Refdi mengaku, sudah melihat kepadatan di beberapa titik jalur mudik. Dan sesuai kebijakan untuk mengurai kepadatan itu, pihaknya pun telah menyiapkan dua rekayasa lalulintas, yakni sistem satu arah atauone waydancontraflowdi ruas Tol Cikampek ke arah timur.

Refdi menyebut, untuk One Wayberlaku pada pukul 09.00-21.00 WIB mulai 30 Mei sampai 2 Juni 2019. Jalur satu arah bakal diberlakukan mulai dari Km 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai Km 263 Tol Pejagan-Pemalang.Sementara itu, dari Km 29 sampai Km 61 Tol Jakarta-Cikampek berlaku skenario contraflow,pada pukul 06.00-21.00 WIB.

“Kami sudah menginformasikan bahwaone wayakan kami berlakukan pada saatnya mulai besok (Kamis, 30 Mei 2019) pukul 09.00 WIB di Km 70 Cikampek yang berakhir di Km 263 Brebes Barat,” tandasnya. (mhf/ful/fin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here