Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Ciawitali Garut Mulai Naik

474
Forkopimda yang menjadi Satuan Tugas Pangan, melakukan sidak ke pasar Ciawitali Garut

GARUT – Pantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan jelang Natal dan tahun baru, Satuan Tugas Pangan Kabupaten Garut melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Induk Guntur Ciawitali, Jumat pagi (14/12/2018).

Sidak dilakukan oleh unsur gabungan dari Pemkab Garut, yakni Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman, Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna dan perwakilan Kodim 0611 Garut. Mereka menyusuri beberapa blok pedagang yang menyediakan kebutuhan pangan.

Dari hasil pantauan di lapangan, harga beras mengalami peningkatan sekitar dua puluh persen dari harga semula. Diketahui pada harga normal beras berkualitas bagus harganya antara Rp9.000-Rp10.000 per kilogram, dan saat ini menjadi Rp12.000 per kilogramnya.

Sementara itu, untuk harga daging ayam mengalami kenaikan harga hingga di atas 30 persen. Dari harga Rp28.000 kini naik menjadi Rp34.000 per kilogramnya. Bahkan beberapa pedagang ada yang menjual hingga Rp35.000 hingga Rp37.000 per kilogramnya.

Selain harga mahal, pedagang pun mengeluhkan susahnya stok dari pemasok dalam kurun waktu belakangan ini.

“Hampir setiap hari kesulitan mendapatkan daging ayam dengan jumlah sesuai kebutuhan. Saya tidak tahu alasannya, tapi yang pasti karena masuk musim hujan dan musim liburan panjang. Selain daging ayam harga telurnya pun melonjak,” tutur Idrus salah seorang pedagang di Pasar Ciawitali.

Meski begitu, pedagang menilai pasokan dianggap aman, namun karena dagingnya naik maka telurnya pun ikut naik diatas tiga puluh persen.

“Selain beras, daging, dan telur ayam, juga kenaikan harga pada komoditi sayuran, seperti kol, cabe merah, cabe hijau hingga jengkol yang juga ikut naik,” ujar Yana, pedagang lainnya.

Dalam kesempatan itu, tim Satgas selama melakukan sidak belum menemukan adanya daging yang bermasalah ataupun permainan harga oleh tengkulak yang dianggap merugikan warga.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan, sidak ini biasa dilakukan menjelang natal, tahun baru, atau menghadapi munggahan.

“Untuk mengantisipasi makin melonjaknya harga jelang libur panjang dan tahun baru, dipastikan pemerintah berencana akan menggelar operasi pasar murah yang disebar di sejumlah tempat,” kata Helmi didampingi Kapolres di sela kegiatan sidak.

Helmi mengungkapkan, jelang Natal dan tahun baru hampir semua kebutuhan pokok alami kenaikan harga dan berkurangnya pasokan.  

“Rata-rata kenaikan di atas tiga puluh persen dari harga sebelumnya seperti daging ayam, telur dan beras. Mudah-mudahan kenaikan harga itu tidak sampai melonjak, dan tidak terlalu membebani masyarakat,” pungkasnya. (erf)