Harga Bawang Putih tak Stabil, hingga Rp60 Ribu/Kg

354
Para pedagang bawang putih di Garut mengeluh karena harga yang tidak menentu. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Sejumlah pedagang bawang putih di Pasar Ciawitali, Garut, mengeluhkan harga bawang putih yang saat ini tidak stabil.

Oping, salah seorang pedagang bawang putih di Pasar Induk Ciawitali Garut menyebut bahwa tidak stabilnya harga bawang putih sudah berlangsung 3 bulan ke belakang.

“Sejak memasuki tahapan Pemilu 2019 saja,” katanya di Pasar Induk Ciawitali Garut, Kamis (2/5).

Meski pemilu sudah usai, kata Oping, rupanya harga bawang putih tetap tidak stabil dibanding bawang merah dan kebutuhan dapur lainnya. Padahal selama ini kebutuhan bawang putih di Kabupaten Garut mencapai puluhan ton setiap bulannya.

Saat ini, ia sebagai salah satu penjual grosiran bawang putih di Pasar Induk Ciawitali Garut menjual per kilogramnya hingga Rp50 ribu. Jika kemudian dijual oleh penjual eceran atau pasar di Garut lainnya, menurut Oping harganya bisa mencapai Rp60 ribu bahkan lebih.

“Selama tahapan Pemilu 2019, kita pedagang bisa dikatakan seperti dipermainkan oleh harga bawang putih. Satu waktu pernah harganya Rp9 ribu, beberapa hari setelahnya bisa mencapai Rp25 ribu dan sekarang puncaknya di Rp50 ribu,” ungkapnya.

Stok di tempatnya jika biasanya bisa mencapai 2 ton, saat ini tidak sampai 4 kwintal saja. “Harganya yang cukup mahal karena kondisi ketersediaan barangnya sangat kurang,” ucapnya.

Ia sendiri saat ini belum berani membeli bawang putih dari para tengkulak karena harganya masih tinggi. Oping mengaku menerima informasi bahwa beberapa waktu lalu bawang putih telah ada kiriman di Cirebon yang siap bongkar, namun hinhga saat ini belum ada pasokan.

“Untuk menstabilkan bawang putih, ya lebih baik ada pasar murah dulu yang difasilitasi pemerintah. Kalau tidak begitu, menjelang ramadan bisa naik lagi. Padahal hampir setiap masakan membutuhkan bawang putih,” katanya.

Salah seorang warga yang tengah belanja di pasar induk Ciawitali Garut, Ai Rokayah mengaku sangat keberatan dengan tingginya harga bawang putih. Padahal biasanya harga bawang putih paling mahal hanya di Rp20 ribu.

“Karena mahal, biasa beli sekilo untuk stok beberapa minggu jadi hanya bisa beli seperempat saja. Semoga saja cepat turun karena dibutuhkan untuk bumbu masak, apalagi untuk Ramadan,” sebutnya. (igo)