Harapan Pelaku Usaha Terhadap Pengurus Kadin Garut yang Baru

161
Evi Hartaz Alvian, diwawancarai sejumlah awak media (ist)

GARUT – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kamar dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Garut sebentar lagi akan digelar.

Pelaku usaha pun mulai menyoroti hajatan tersebut. Sebagian merasa optimis, sebagian lagi merasa pesimis bahkan ada yang apatis.

Setidaknya seperti itulah yang dirasakan oleh Evi Hartaz Alvian, Direktur Utama PT. Bumi Desa Sejahtera, ketika memulai obrolan dengan sejumlah awak media, Jumat pagi (27/12/2019).

” Saya secara pribadi berpendapat Pesimis dengan Kadin Ke depan, kalau melihat Track Record Perjalanan selama ini, bahkan saya masih berpendapat secara pribadi Kadin bukan sebagai rumah kamar dagang, tetapi masih sebagai rumah pemborong,” ujar Evi Hartaz Alvian.

Evi yang bertindak sebagai Direktur Utama PT. Bumi Desa Sejahtera , dan Direksi PT.Bumdesmart Indonesia, menilai bahwa Kadin selama ini masih jauh dari harapan pelaku dunia usaha dan belum begitu bisa mewarnai Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Garut.

” Kadin selama ini masih terkesan sebagai tempatnya para kontraktor (pemborong),” ujar Evi.

“Sayang lho Kadin yang dilindungi oleh peraturan Pemerintah no 1 tahun 87, hanya dijadikan dan berkesan sebagai rumah pemborong,” tambahnya.

Evi mengharapkan, seharusnya Kadin menjadi rumah para investor, tempat bernaung para organisasi pengusaha, dan tempat advokasi para pelaku dunia usaha.

” Investor lebih senang berdampingan dengan Broker daripada berdampingan dengan Kadin. Perusahaan leasing atau dunia Finance lebih adem bermitra dengan Debt collector daripada Bernaung di Kadin. Sementara Bidang minyak bumi,gas dan LPG tidak tersentuh sedikitpun oleh Kadin,” ujar Evi.

“Menurut saya untuk menyambut Kadin ke depan, dalam muskab besok lusa diharapkan para panitia Baik SC ,OC harus independen, jangan ada keberpihakan. Cetak dan ciptakan Ketua dan pengurus yang benar-benar berjiwa entrepreneur, yang bisa mewarnai pertumbuhan ekonomi, industri kontruksi dan iklim investasi,” tambahnya.

Kadin kata Evi, sebetulnya sudah memiliki landasan hukum yang jelas dan tinggal dijalankan. Misalnya Kepres no 17 tahun 2010 PO dan AD/ART.

“Ada tiga hak anggota untuk bersuara, memilih dan dipilih. Jika dalam pelaksanaan dibatasi 200 orang setiap perwakilan, wajib membawa mandat dari anggota kadin yang diwakilinya. Dan memiliki hak suara sejumlah mandat yang diterima,” katanya.

” Kita ingin Kadin sekarang sebagai Kadin yang benar-benar jadi bapak dan komandan pelaku dunia usaha Garut,” pungkasnya.(fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here