Golkar dan Gerindra Bakal Bersaing dalam Perebutan Kursi Ketua DPRD Garut

297
Dok. Radar Garut

RadarPriangan.com, GARUT – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut Ade Ginanjar menilai partainya menjadi peraih suara terbanyak pada pemilu legislatif (Pileg) 2019, dengan raihan sekitar 210 ribu suara, atau setara dengan 8 kursi untuk keterwakilan partainya di DPRD Garut.

Menurutnya Ade, raihan suara Golkar untuk DPRD Garut tidak jauh dengan raihani suara pada Pemilu 2014 lalu.

“Raihan suara Golkar sementara mah tidak akan jauh beda dengan tahun 2014. Untuk raihan kursi pun kalau dihitung sampai tadi malam berdasarkan C1 dari para saksi, masih tetap 8 (kursi DPRD Garut, red),” kata Ade, saat ditemui di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, sesaat sebelum mengikuti Musrenbang penyusunan RPJMD 2019, Kamis (25/4).

Namun ketika ditanya apakah Golkar akan kembali menjadi partai pemenang sebagai Ketua DPRD Garut, dirinya belum bisa menegaskan.

Saat ini menurut Ade, besaran suara Golkar bersaing dengan Partai Gerindra yang mendapat hasil bagus pada Pemilihan Legislatif 2019 ini.

“Ya dengan Gerindra kita beda tipis. Tapi saya belum tahu kondisi partai yang lain, saya belum tahu sejauh mana suara Gerindra. Kata Gerindra mereka sudah lebih, kata Golkar, masih Golkar (pemenang, red),” katanya.

Lanjut Ade, raihan suara partai Golkar di Dapil 3 Garut Selatan akan ada penambahan dari dua kursi menjadi tiga kursi. Sementara untuk pencalonan dirinya di DPRD Provinsi, Ia belum yakin.

“Untuk suara saya sendiri belum tahu. Tapi untuk rekap di Golkar sendiri, saya masih memimpin,” ujarnya.

Hasil positif Golkar berbanding terbalik dengan hasil Pemilihan Presiden 2019. Kandidat calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin yang diusung Golkar mendapat hasil jeblok di Garut.

Suara Jokowi-Ma’ruf di Garut tidak lebih dari 28 persen. Ade mengungkapkan, hal tersebut disebabkan berbagai faktor sehingga suara Jokowi masih rendah.

“Kalau hal itu mah banyak faktor, yang penting sebagai partai koalisi kita sudah bekerja maksimal, untuk meyakinkan masyarakat mengenai capaian kerja Pak Jokowi. Tapi kan kita tidak bisa menebak hati masyarakat soal pilihannya,” pungkas Ade. (erf)