Gelombang Tinggi Ancam Pesisir Pantai, Penyebabnya Siklon Tropis Wallace

320

RadarPriangan.com, JAKARTA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada seluruh masyarakat sekitar pesisir pantai untuk waspadai gelombang tinggi yang akan terjadi selama tiga hari ke depan.

Dari rilis yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN), penyebab gelombang tinggi ini adalah siklon tropis Wallacae yang saat ini beradad di Samudra Hindia barat laut Australia. Akibat siklon ini, angin di wilayah utara dan selatan Indonesia bertambah rata-rata 4-20 knot (7 Km hingga 37 Km per jam).

Berdasarkan pengamatan BMKG, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Bengkulu, perairan Kepulauan Enggano, Laut Arafuru, Perairan Merauke dan Perairan Selatan Kep. Tanimbar, hal ini yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, gelombang yang ditimbulkan dari siklon ini ada dua kategori pertama dengan kedalaman 1.25-2.50 meter dan yang kedua kedalaman 2.50 sampai 4 meter.

“Untuk yang pertama terjadi mulai dari sekitar Perairan Aceh, Maluku Tenggara, Bengkulu dan sebagian Papua hingga ke Flores. Sementara gelombang dengan kedalaman 2.50 sampai 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Bengkulu dan Selatan Jawa,” jelasnya.

Dijelaskanya, gelombang tinggi juga sangat berbahaya bagi keselamatan para nelayan. khusus Salah satunya perahu nelayan untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1.25 meter.

“Untuk kapal Tongkang waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1.5 m. Juga Kapal Ferry Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m,” terangnya,

Sama halnya dengan kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

Sementara, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab mengatakan, untuk para nelayan dan warga bisa mengakses informasi cuaca BMKG System for Multi Generations Weather Model Analysis and Impact Forecast (BMKG Signature). BMKG Siganture akan memaparkan wilayah berpotensi terdampak, potensi ancaman yang ditandai dengan poligon berwana dan level risiko 1-10.

“BMKG Signature adalah kombinas informasi kerentanan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dengan informasi curah hujan di BMKG. Akurasi informasi ini pun mencapai lebih dari 80 persen,” jelasnya.

“Informasi ini langsung menyebut hingga level kecamatan dan daerah risiko. Masyarakat pun bisa diarahkan seperti menyelamatkan dokumen penting, harta berharga hingga evakuasi,” ucapnya.

Saat ini, BMKG sudah mensosialisasikan sistem ini ke BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Diharapkan, dalam waktu dekat juga disebar ke BPBD seluruh Indonesia. (fin/tgr)