Gegara Kontrak, Messi Tersandera di Barcelona

48
Leonel Messi. AP Photo

Radarpriangan.com,JAKARTA – Drama seputar masa depan Lionel Messi resmi berakhir. Akhirnya, sang mega bintang memutuskan untuk tetap bertahan bersama klub lamanya Barcelona hingga durasi kontraknya habis pada Juni 2021.

Ya, pada 25 Agustus lalu, Messi mengirim surat resmi berisi pernyataan bahwa dirinya ingin meninggalkan Barcelona. Sengketa kecil sempat terjadi, karena Messi bersikeras bahwa seharusnya ia boleh pergi dengan status free transfer.

Namun, Barcelona bersikukuh La Pulga hanya akan pergi kalau ada klub yang bisa membayar klausul pelepasan bernilai 700 juta euro atau sekitar Rp 12 triliun.

Terkait sengketa tersebut, Messi mengaku frustrasi dan marah kepada klub. Pesepak bola Argentina itu juga menegaskan, tidak mungkin bertarung di pengadilan dengan klub untuk persoalan transfernya.

“Saya tidak akan pernah menjalani persidangan melawan klub seumur hidup saya, itulah mengapa saya akan bertahan di Barcelona,” kata Messi dalam sebuah wawancara dengan GOAL dilansir FIN dari Football-Espana.

“Saya memberi tahu klub, terutama Presiden klub, bahwa saya ingin pergi. Saya sudah memberitahunya sepanjang tahun. Saya pikir sudah waktunya untuk pergi. Saya percaya, klub membutuhkan banyak pemain muda, pemain baru, dan saya berpikir waktu saya di Barcelona sudah berakhir,” sambungnya.

“Saya selalu berkata ingin mengakhiri karier saya di sini dan saya selalu mengatakan bahwa saya ingin bertahan di sini. Juga, saya menginginkan proyek kemenangan dan untuk dapat memenangkan gelar bersama klub,” imbuhnya.

Messi juga menyinggung soal performa buruk Barcelona sepanjang musim 2019 – 2020. Dengan hasil yang didapat Barca, membuat Messi sedih.

“Mereka (klub) membuat lubang seiring berjalannya waktu. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya selalu memikirkan tentang kesejahteraan keluarga dan klub saya. Itu adalah tahun yang sangat sulit, saya sangat menderita dalam latihan, dalam pertandingan, dan di ruang ganti,” jelas Messi.

Dengan keputusan bertahannya Messi bersama Barcelona, klub-klub yang sebelumnya menginginkan dirinya seperti Manchester City dan Juventus harus bersabar hingga masa kontraknya habis pada 2021.

Keputusan Messi bertahan plus serangannya kepada Barcelona dan Bartomeu pun langsung direspons oleh dua kandidat presiden Blaugrana, Joan Laporta dan Victor Font.

Laporta dan Font adalah kandidat terkuat presiden baru Barcelona pengganti Bartomeu dalam pemilihan tahun depan. Laporta dan Font sudah resmi mengajukan diri menjadi kandidat dengan masing-masing punya proyek dan rencana untuk Barcelona.

Joan Laporta dan Victor Font secara tersirat memanfaatkan kesempatan ini untuk ikut menyerang Bartomeu dalam respons mereka.

“Luar biasa Leo, keputusan bijak yang dijelaskan dengan sangat bagus,” tulis Laporta melalui akun Twitter pribadinya.

“Sekarang, kita akan lanjut bertarung untuk kembali menang dan membuat sejarah. Hari ini, Messi memberi kita para suporter Barcelona satu lagi suka cita,” tulis Laporta lagi.

Laporta diketahui menyiapkan rencana membawa pulang Pep Guardiola ke Barcelona jika kelak sukses menjadi presiden. (der/fin)