Garut Selatan Dikepung Bencana, Pemerintah Inventarisir Kebutuhan Warga

205
Salah satu rumah warga di selatan Garut yang terdampak longsor (foto : Istimewa)

RadarPriangan.com, GARUT – Hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Garut sejak Minggu (11/10/2020) sekitar pukul 22, mengakibatkan sebagian wilayah terkena banjir dan longsor. 6 kecamatan, yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cisompet, Cibalong, Cikelet, Pamulihan, dan Kecamatan Peundeuy terimbas hujan menjelang pagi pukul 06.00 WIB, Senin (12/10/2020). Akses jalan Garut-Pameungpeuk pun terganggu.

Memang agak surut tapi mendung lagi, Kita lakukan langkah antisipasi kalau kalau ada yang terjadi hal yang cukup besar

“Tim kita sudah kesana bahkan pa Bupati sudah berangkat, tim kita full dari Dinsos, Dinas PUPR, BPBD, Dinas Kesehatan, Damkar dan lainnya kita kirim semuanya mudah-mudahan kita bisa lakukan langkah-langkah lebih tepat,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman kepada wartawan, Senin (12/10)

Menurutnya, kebutuhan mendesak untuk warga saat ini yakni pasokan air bersih, pakaian hingga selimut, untuk itu pihaknya melalui PDAM dan Dinas PUPR membawa perangkat dan kebutuhan pasokan air termasuk peralatan ke wilayah terdampak.

“Kita sudah koordinasi dengan pak Asda, pak Sekda, kita menyiapkan segala yang sifatnya darurat,” katanya.

Ketika ditanya soal dampak banjir bandang tersebut, pihaknya belum mengetahui jelas. Namun selain intensitas hujan yang begitu besar, minimnya pepohonan di sejumlah hutan diduga menjadi salah satu sebabnya.

“Saya belum bisa menyimpulkan, kalau lihat dari sungai disitu kan ada sungai cikalembu, tapi secara umum memang kita dari tahun berapa hutan pohonnya tinggal sedikit, mungkin (diduga menjadi sebab, red), saya belum bisa menyebutkan itu karena faktornya banyak,” tambahnya.

Meski sudah surut, Helmi tetap mengimbau agar warga tetap waspada terhadap potensi banjir bandang susulan. Hal tersebut mengingat intensitas hujan yang masih pluktuatif.

Di Kecamatan Pameungpeuk, luapan Sungai Sungai Cipalebuh dan Sungai Cikaso, sedangkan Sungai Cibera di Kecamatan Cibalong dan Sungai Cipasarangan Kecamatan Cikelet menyebabkan banyak perkampungan terendam banjir.  Bahkan 3 jembatan gantung di Kecamatan Pameungpeuk hanyut.  Mengantisipasi hal ini  di lokasi terdampak, seperti jaringan listrik dipadamkan, dan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) tidak bisa melayani pelanggannya.

Di Desa Mandalakasih, 1 buah jembatan gantung hancur, sedangkan rumah ratusa rumah terendam, yaitu di Kp. Leuwisimar (250 rumah), Kp. Sukagalih (100 rumah), Kp. Sukapura (70 rumah), dan di Kp. Asisor (30 rumah).

Sementara di Kampung Cibarani Desa Paas 2 rumah hanyut, 2 RW di Kp. Segleng terendam. Sedangkan di Desa Sinarbakti rumah banyak terendam dan 3 rumah hanyut di Kp. Bintara, serta 1 buah jembatan gantung hanyut di Kp. Pasantren.

Di Desa Pameungpeuk, 1 RW di Kp. Kaumlebak berjumlah 400 rumah terendam serta 1 unit posyandu, 1 unit warung hanyut, dan 1 unit rumah roboh. Tidak hanya itu, dua titik longsor  menutup akses jalan di Kp. Ciburahol.

Selain itu pada Senin Subuh (12/10/2020) tepatnya pukul 04.00 WIB dilaporkan terjad longsor di Kp. Cikadog Desa Sinarbakti Kecamatan Pameungpeuk, hingga pukul 12.00 jalan provinsi dengan panjang sekitar 25 meter dengan ketebalan sekitar 3 meter masih tertimbun, hingga menyebabkan kemacetan sepanjang 3 Km, dan aktifitas warga pun terhambat.

Dengan minimnya alat berat, petugas kecamatan setempat berupaya melakukan koordinasi dengan intansi terkait, serta membersihkan material lelongsoran dengan bergotong royong melibatkan BPBD, Dinas PUPR, Damkar, Dinsos, TNI, Polri, relawan dari FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana), dan masyarakat setempat.

Selain itu, petugas gabungan melakukan evakuasi warga Kampung Leuwisimar Desa Mandalakasih ke Pendopo Kecamatan Pameungpeuk.

Berikut data wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah selatan Garut.

Kecamatan Cikelet wilayah yang terdampak banjir terdiri dari :
1. Kp. Ciwaru Rt 01/01;
2. Kp. Cikelet kulon Rt 03, 05 Rw 02;
3. Kp. Cimangke Rt 04 dan Rt 06 Rw 04
4. Kp. Banjarsri Rt 05/04
dengan dampak kerusakan terdiri dari :
1. Tanggul penahan runtuh (Dusun Cijambe I)
2. Abrasi tanah dibantaran sungai (wilayah dusun cijambe I)
3. Areal sawah (Kp. Cikelet Kulon Rt 03,05/02, sawah blok rancagempol)
4. Hasil panen padi terbawa arus sebanyak kurang lebih 1.500 Kg (Kp. Cikelet kulon Rt 03/02)
5. Tiang induk Listrik Roboh, kabel jaringan dikhawatirkan warga (Kp. Banjarsari)

Longsor di Kecamatan Cikelet, yaitu :
1. Kp. Ciwaru Rt 02/01
2. Kp. Banjarsari Rt 05/04
dengan kerusakan/Kerugian, berupa :
1. TPT roboh menutupi akses jalan lingkungan, dan mengancam salah satu rumah warga (Kp. Ciwaru)
2. Kirmir dan TPT Roboh menutupi jalur selokan, sehingga air tidak mengalir pada jalurnya dan masuk ke area pemukiman warga (Kp. Banjarsari)

Berikut wilayah terdampak Iuapan Sungai di Kecamatan Pameungpeuk, terdiri dari : Kp. Punaga Desa dan Kp. Sukapura Desa Mandalakasih , Kp. Bojong Desa Bojong, dan Kp. Mancagahar Desa Mancagahar. Sedangkan fasilitas umum yang terdampak, yaitu Jembatan Lewinanggung dan Jembatan Kasakambangan

Di Kecamatan Cibalong ada tiga desa terdampak banjir ini, yaitu : Desa Karyasari, Desa Sagara dan Desa Mekarwangi. Sedangkan fasilitas umum yang terdampak berupa jembatan rawayan. Di Kecamatan Cikelet, yaitu Kp. Cijambe Desa Cijambe mengalami hal yang sama.

Dari Kecamatan Cisompet dilaporkan
Minggu malam wilayahnya diguyur hujan mengakibatkan ada beberapa titik longsor yang menutup badan jalan provinsi, tepatnya di perbatasan Kecamatan Pameungpeuk – Cisompet dan beberapa titik longsor yang menutup sebagian jalan provinsi di Desa Depok dan Desa Sukanagara, serta satu rumah milik Yongki Reray, tertimpa longsor di Kampung  Ciseupan Desa Cisompet . Meski tidak ada korban jiwa, seisi rumah habis tertimpa bangunan rumah diataranya mobil dan motor.

Dari Kecamatan Pamulihan, kejadian longsor menimpa badan jalan desa di  ruas jalan Cikopo-Pasirlenggut Desa Panawa, terjadi pd hari Senin  sekitar pukul 03.00 WIB. Penyebab kejadian
Iongsor akibat hujan yang cukup deras dari pukul 19.00 (Minggu) hingga Senin pagi. Arus lalulintas kembali normal berkat kepala desa setempat menggerakkan masyarakt  bergotong royong membuang tumpahan tanah ke jalan.

Dari Kecamatan Peundeuy dilaporkan pula kejadian bencana tanah Iongsor di Kp. Sindang RT 02  RW 02 Desa Peundeuy terjadi subuh pukul 04.30 WIB, diisebabkan hujan deras sejak pukul 23.00 WIB (Minggu), sehingga gorong-gorong jalan kabupaten tersumbat dan air meluap ke badan jalan yang tidak kuat menahan derasnya air tersebut mengakibatkan badan jalan tersebut longsor sepanjang 30 meter dan tinggi 30 meter. Kini, jalan tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda 4.

Hingga kini Pemkab Garut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut masih melakukan assesment atas dampak yang terjadi. (erf/rls)