Gali Potensi Desa, FPIK Uniga Lakukan Pengabdian

284
Istimewa


Mendorong Perekonomian Dengan Memaksimalkan Keunggulan Desa 

GARUT – Dosen FPIK Universitas Garut (Uniga) kembali melakukan Pengabdian Masyarakat, tema yang diusung dalam pengabdian tersebut adalah Pengembangan Potensi Desa dengan berbasis Unggulan Nasional.

Kali ini tim Dosen Uniga, yang dipimpin oleh Dekan FPIK Uniga Dr. Hj. Hilda Ainissyifa M.Ag dan Yufi Muhammad Nasrullah S.Pd., M.A, pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa Hegarmanah Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut.

Acara Pengabdian dibuka oleh Camat Kecamatan Bayongbong Drs. Santari, M.Si. Dalam sambutanya, Santari mengungkapkan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pihak Uniga khususnya kepada para Dosen yang telah bersedia membaktikan ilmu dan pengetahuannya kepada warga Hegarmanah, program pelatihan ini momentumnya sangat selaras dengan rencana kami yang akan merenovasi kantor kecamatan menjadi tempat rest area bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata yang melawati Kantor Kecamatan dalam Rest area tersebut akan diberdayakan oleh masyarakat yang berjualan kuliner khas Bayongbong salah satunya mungkin kuliner dari hasil pelatihan ini.

“Kami berharap kontribusi dari pihak akademisi khususnya dari Uniga terus bisa beranjut, sehingga potensi yang ada di daerah benar-benar bisa didorong menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat”

Sedangkan Dr. Hj. Hilda Ainissyifa, M.Ag. ketua tim pengabdian masyarakat mengemukakan, Gagasan pengabdian ini muncul setelah dirinya sering meilihat sayuran Tomat banyak tergeletak terbuang dipinggir jalan sebagai akibat nilai jual yang rendah, sehingga muncul inspirasi untuk memanfaatkan tomat tersebut agar lebih bernilai, gagasan ini muncul seiring dengan adanya bantuan dari Kementrian Agama untuk Dosen yang melakukan penelitian.

“Gayung bersambut saya dengan Pak Yufi mulai melakukan survey dan mengajak Ibu2 di Desa Kersamanah untuk mengolah tomat tersebut menjadi makanana/kuliner yang mempunyai nilai ekonomi lebih Seperti Dodol Tomat, Saos, Selai Tomat dan Korma Tomat. Tentunya dalam teknis mengajarkan mereka kami mendatangkan orang yang benar-benar ahli untuk membuat makanan terseut. Alhamdulillah sebanyak 25 Ibu-Ibu secara antusias bersedia diberdayakan,” ungkap Hilda.

Lanjutnya, jika dilihat dari sisi lembaga yang membantu tidak ada kaitanya antara Kemenag dengan Pemberdayaan ibu-ibu dalam membuat Kuliner tersebut tapi paling tidak kita bisa memberikan edukasi dan merubah mindset masyarakat dari sisi nilai-nilai Islam diantaranya, pertama Menghindari kemubaziran. Kedua, menjaga kebersihan itu sebagai dari amanah, dan yang ketiga membantu suami untuk menambah penghasilan Suami dalam menunjang kesejahteraan keluarga semua merupakan nilai-nilai isalm yg harus selalu dijaga.

Pengabdian ini berlangsung dari tanggal 21 s.d 22 Agustus 2019, diikuti oleh 25 Ibu-Ibu di Desa Kersamanah Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut. Dari pengabdian ini diharapkan ibu-ibu bisa berbagi minimal kepada keluarganya sehingga bisa menjadi alternatif dalam mencari penghasilan tambahan bagi keluarga. (erf/rls)