Gaji Naik, PNS Harus Lebih Disiplin

251
Pemerintah akan menaikkan gaji PNS, TNI-Polri, dan pensiunan sebesar 5 persen pada 2019. (IVAN/ LOMBOK POST/JPG)

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Ketua Komisi 1 DPRD Kota Banjar Budi Kusmono menanggapi terkait kenaikan gaji pegawai negeri sipil tahun ini sebesar 5 persen dari total gaji pokok.

Budi berpesan agar pegawai pemerintah bisa meningkatkan kinerja dan kedisiplinan dalam melayani masyarakat.

“Kenaikan gaji ini tentu sudah ditunggu-tunggu sejak lama, pesan saya dari komisi satu yang membidangi kepegawain supaya PNS di lingkup Pemkot Banjar bisa meningkatkan kinerjanya baik dari kedisiplinan maupun loyalitas kepada pemerintah dalam melayani masyarakat,” jelas Budi, akhir pekan ini.

Budi menyoroti momen kenaikan gaji ini bertepatan dengan tahun politik. Ia berharap ini bukan kebijakan yang dipolitisasi untuk kepentingan pemilihan umum.

“Mudah-musahan ini tidak dipolitisasi karena memang momennya pas lagi tahun politik,” ujarnya.

Budi mejelaskan, kenaikan gaji PNS idealnya dilakukan setiap tahun untuk mengimbangi kenaikan inflasi harga. Sebab katanya, inflasi terjadi setiap tahun.

“Idealnya penyesuaian ini dilakukan setiap tahun karena inflasi terjadi tiap tahun juga,” katanya.

Sementara itu pemerhati pemerintah Kota Banjar Sidik Dirmadi menekankan risiko dari kenaikan gaji pokok PNS ini adalah komitmen peningkatan kinerja, terutama di Kota Banjar adalah disiplin waktu.

“Yang pertama atas kenaikan gaji PNS sebesar lima persen ini perlu diapresiasi karena itu bagian dari upaya pemerintah untuk menyejahterakan pegawai. Tetapi kenaikan tersebut tentunya ada konsekuensi yaitu PNS harus lebih disiplin dan meningkatkan kinerjanya khususnya disiplin jam kerja bagi PNS Kota Banjar,” Ungkap Sidik Dosen Ilmu Pemerintahan STISIP BP Banjar.

Menurut Sidik, banyak pegawai pemkot Banjar masih banyak berkeliaran ke tempat belanja, warung pada jam kerja. Ke depan lanjutnya, pegawai harus lebih disiplin dalam bekerja terutama disiplin waktu. Termasuk hari Jumat, masih banyak pegawai yang tidak ngantor lagi usai salat Jumat dengan berbagai alasan dan keperluan.

“Kalau kita mau jujur, di Kota Banjar ini masih banyak kita jumpai pegawai pemerintah yang berkeliaran diluar kantor pada saat jam kerja seperti pada pukul 10.00 WIB itu banyak yang kaya gitu,” ucapnya.

Menurut Sidik, di samping kenaikan gaji PNS juga, Pemerintah Kota Banjar perlu meningkatkan pengawasan terhadap pegawai yang dilakukan oleh dinas terkait seperti BKPPD atau inspektorat dengan menggandeng Satpot PP.

“Memang saah satu kelemahan Pemerintah Kota Banjar itu dari segi pengawasan terhadap para pegawainya melalui Inspektorat atau BKPPD. Kenaikan gaji harus dibarengi dengan peningkatan kualitas kinerja,” imbuhnya

Lebih lanjut Sidik mengatakan untuk kenaikan lima persen sudah cukup untuk PNS di Kota Banjar. Sebab, selain mendapat gaji pokok, para pegawai juga mendapat tunjangan daerah yang besar. “Menurut saya sudah cukup untuk besaran lima persen karena tunjangan daerah juga di Kota Banjar itu besar,” pungkasnya. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here