FIFA Persilahkan PSSI Gelar KLB

473
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria

RadarPriangan.com, JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menerima dua perwakilan Federasi Sepak bola Dunia (FIFA) dan Federasi Sepak Bola Asia (AFC) di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (11/4).

Dalam pertemuan itu, delegasi FIFA dilaporkan memberikan apresiasi kepada Indonesia khususnya PSSI yang mampu menjalankan program organisasi, kompetisi kepelatihan, perwasitan, timnas dan pembinaan pemain usia muda ditengah kondisi organisasi seperti saat ini.

Ya, seperti diketahui, PSSI memang dalam kondisi kurang baik. Hal itu dinilai lantaran beberapa anggota Eksekutif (Exco) PSSI serta Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono ditetapkan tersangka oleh Satgas Anti-Mafia Bola kerena diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor (match fixing).

Meski hal tersebut tengah mengguncang PSSI, namun induk sepak bola di Tanah Air itu tetap menjalankan programnya dengan baik. Oleh sebab itu, delegasi FIFA memberikan apresiassi terkait kinerja PSSI tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha. Menurutnya, perwakilan FIFA dan AFC meminta agar PSSI tetap berkomitmen untuk terus menjalankan program-program yang dicanangkan.

“Mereka mengimbau agar PSSI tetap terus bekerja melaksanakan kegiatannya dan harus ditingkatkan lagi,” ungkap Ratu Tisha seperti dikutip situs resmi PSSI, Kamis (11/4).

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga Ratu Tisha mengaku bahwa pihaknya menjelaskan situasi terkini PSSI serta semua program-program yang sedang berjalan, sesuai amanat Kongres di Bali awal tahun 2019 ini.

Wanita berparas cantik berkacamata itu juga menjelaskan bahwa kehadiran perwakilan FIFA dan AFC ke Indonesia juga meneruskan kedatangan delegasi sebelumnya.

“Kedatangan pewakilan FIFA dan AFC sebagai follow up dari kedatangan delegasi sebelumnya. Mereka ingin memastikan bahwa PSSI dapat menjalankan semua program yang telah dicanangkan. Hal lain, mereka juga akan mereview perbaikan regulasi yang dilaksanakan PSSI serta program FIFA Forward,” jelas Tisha.

Tisha menambahkan, delegasi FIFA memberi beberapa masukan utamanya di area governance dan regulasi. Mereka juga menilai update statuta PSSI yang disesuaikan dengan implementasi statuta FIFA tahun 2018.

“Mereka mengulas, meninjau dan memeriksa apakah semua sudah terlaksana dengan baik, tegas Tisha menandaskan.

Lebih lanjut, dalam informasi di situs resmi PSSI itu, pertemuan tersebut juga menyinggung mengenai rencana Kongres Luar Biasa (KLB) yang sebelumnya telah diputuskan oleh Exco PSSI beberapa waktu lalu.

“FIFA mempersilahkan PSSI untuk mempersiapkan Kongres Luar Biasa (KLB) sesuai dengan Statuta PSSI dan Regulasi PSSI lainnya.

FIFA berpesan agar semua program pengembangan sepakbola dan visi 2024 yang telah dicanangkan PSSI tetap dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tulis keterangan di halaman PSSI itu.

PSSI juga memberi update mengenai Komite Adhoc Integritas. Masalah Integritas akan menJadi agenda utama PSSI tahun 2019, dimana nantinya PSSI akan membentuk departemen integritas.

Untuk diketahui, dalam pertemuan itu, delegasi FIFA yang datang langsung dari markas FIFA di Zurich, yakni Luca Nicola dan Rolf Tannar. Sedangkan perwakilan AFC diwakili Purushottam Kattel.

Sementara dari PSSI, selain Ratu Tisha, turut hadir juga Wakil Ketua Komite Adhoc Integritas, Azwan Karim dan beberapa staf PSSI. (gie/fin/wsa)