Exit Tol Cigatas Bisa Dongkrak Perekonomian Kota Banjar

214
ilustrasi jalan tol

BANJAR – Rencana pemerintah untuk membangun jalan tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) diperkirakan bakal mampu mendongkrak perekonomian masyakat Kota Banjar, jika exit tol Cigatas berada di kota yang berbatasan dengan Cilacap Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan pengamat transportasi Kota Banjar Dadi Mulyadi. Menurutnya, Pemerintah Kota Banjar sudah seharusnya menjemput bola supaya exit tol berada di daerah Kota Banjar. Sebab tidak menutup kemungkinan perkembangan Kota Banjar akan terdorong dengan banyaknya kendaraan yang singgah dan keluar masuk tol dari arah Jawa Tengah dan Pangandaran.

“Memang sebuah keharusan Kota Banjar memperjuangkan pintu akhir tol  Cigatas itu di wilayah Banjar agar masa depan Banjar setidaknya akan terdorong perkembangan kotanya akibat akumulasi keluar masuk tol,”  Ungkap Dadi yang juga sebagai Dosen Rekayasa Transportasi Jurusan Tekhnik sipil Sekolah Tinggi Ilmu Tekhnik (STIT) Bina Putera Kota Banjar itu, Senin (24/2).

Deni juga mengatakan, potensi kemajuan dibeberapa sektor akan baik. Bahkan Dadi menyebutkan, pembahasan pintu akhir tol Cigatas di Kota Banjar sudah diwacanakan sejak tahun 2016. 

“Ya itu daerah Cipadung lokasi exit tolnya, waktu itu wakil Wali Kotanya masih pak  dr. Darmaji yang membahas dengan tiga kepala daerah, membahas rencana tol tersebut,” imbuhnya.

Ia juga mendukung pemerintah kota untuk segera mempersiapkan magnet atau daya tarik dari semua sektor, terlebih pariwisata. 

“Kalau sudah ada site plan seperti itu ya Kota Banjar setidaknya bisa mempersiapkan magnet agar pengguna tol bisa berhenti di Kota Banjar. Contoh Hotel berbintang. Pasti ada peluang investasi yang terbuka lebar bagi investor untuk mengembangkan kepentingan bisnisnya di Kota Banjar,” tuturnya.

Ia menilai konsekuensi biaya produksi Kota Banjar seperti upah kerja, suplay bahan baku, aset lahan yang cenderung rendah dibanding dengan daerah ibu kota atau kota besar lain bahkan dengan kota tasik sekali pun, sementara biaya distribusi hasil produksi tidk akan beda jauh dengan daerah tersebut.

“Saingan berat Kota Banjar di peluang investasi ini adalah ciamis. Makanya Kota Banjar harus segera mempersiapkan infrastruktur pendukung dan regulasi untuk mendukung iklim investasi agar jatuh di kota Banjar. Tentunya akan menjadi keuntungan besar ketika investasi di Kota Banjar tinggi, karena akan meningkatkan daya beli masyarakat cukup baik,” jelasnya. (mg1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here