Embung Desa Jadi Pamungkas Padamulya Capai Program Unggulan Kemendes

456
Kepala Desa Padamulya, Dedi Rohmat,S.Sos (dua dari kiri) foto bersama dengan Babinsa dan Perangakat Desa di ruang pelayanan.

GARUT – Dibawah Kepemimpinan Dedi Rohmat, S.Sos selaku Kepala Desa Padamulya, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, banyak kemajuan yang telah dicapai dalam bidang pembangunan.

Tak heran jika Kepala Desa yang telah bertahan tiga periode itu selalu jarang absen meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan tingkat desa, baik dalam skup Kecamatan, Kabupaten, Provinsi maupun Nasional.

Saat ini, Desa Padamulya telah berhasil menuntaskan empat program unggulan yang menjadi prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Empat program prioritas Kemendes itu antara lain,pengembangan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades), membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pembangunan Sarana Olahraga dan juga Pembangunan Embung Desa.

Perangkat Desa Padamulya menunjukan Embung Desa

“Kita sudah berhasil membangun Embung Desa di tahun 2018 ini. Embung Desa itu direncanakan akan mengairi 50 hektare sawah di dua RW yaitu RW 01 dan 05. Kita juga bangun pipanisasi dan drainasenya,”kata Dedi Selasa (18/12/2018).

Sementara untuk BUMDes, sudah berhasil dibangun sejak tahun 2016 lalu. dan bidang usaha yang digarap BUMDes antara lain, mengelola jasa pembayaran listrik, isi ulang pulsa, simpan pinjam, dan pengelolaan GOR (gedung olahraga) yang juga masuk dalam satu dari empat program prioritas Kemendes.

GOR (gedung Olahraga) Desa Padamulya yang juga menjadi salah satu program prioritas Kemendes

Kemudian untuk program Prukades (produk unggulan kawasan pedesaan), Desa Padamulya sejak beberapa tahun lalu juga sudah berhasil mendorong dan memberikan pelatihan kepada sejumlah UKM (usaha kecil menengah) di masyarakat.

Sekretaris Desa Padamulya, Agus menjelaskan, untuk pembangunan Embung Desa itu, pihaknya membagi dalam dua item pembangunan. Yaitu embung dan juga drainase (pipanisasi).

Sementara tanah yang digunakan untuk embung desa merupakan tanah hibah dari masyarakat. Embung Desa itu dibangun di atas tanah seluas 12 meter x 8 meter.

Perangkat Desa Padamulya menunjukan gedung Posyandu yang berhasil dibangun tahun 2018 dari Dana Desa

Dalam pelaksanaannya, pihaknya juga sudah melaksanakan arahan Kemendes dan SKB (surat keputusan bersama) empat Menteri. Yaitu mengalokasikan 30 persen untuk program padat karya tunai (PKT).

Dimana dalam padat karya tunai itu, 30 persen dari anggaran khusus dialokasikan untuk upah tenaga kerja (HOK), sebagai pemberdayaan masyarakat. dan PKT ini kata Agus, dimasukan dalam pembangunan drainase embung desa.

“Sesuai arahan dari Kemendes bahwa PKT ini 30 persen dari anggaran kita salurkan untuk tenaga kerja (HOK). dan yang kita masukan PKT yaitu dalam pembangunan drainase,”tegasnya.

Dedi Rohmat (kanan) menunjukan sejumlah piala yang berhasil diraih dari berbagai kejuaraan desa

Lebih jauh Agus menjelaskan, untuk realisasi Dana Desa tahun 2018 ini, pihaknya juga sudah berhasil menuntaskan beberapa pembangunan infrastruktur.

Diantaranya, membangun TPT Ciwedang RW 02, membangun jalan rabat beton menyambung dusun 2 dan dusun 3, membangun gedung Posyandu sebanyak 3 unit, membangun embung desa, menyediakan mobil pelayanan masyarakat juga pengadaan internet desa dan web desa.

jalan Rabat Beton yang berhasil dibangun dari Dana Desa tahun 2018

“Total anggaran yang kita terima tahun ini berkisar Rp. 1.054.205.100,-. Itu kita dapat dari Dana Desa dari Pusat (APBN), ADD (Kabupaten) dan Banprov (Provinsi),”ujarnya. (Fer/adv)