Dugaan Korupsi Bop dan Pokir, Semua Anggota DPRD Bakal Diperiksa

360
Kejaksaan Negeri Garut. (IQBAL GOJALI/RADAR GARUT)

RadarPriangan.com, GARUT – Kasus dugaan korupsi di DPRD Kabupaten Garut memasuki babak baru. Kemarin (25/7), Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut mulai memeriksa anggota dewan. Anggota dewan yang diperiksa kemarin adalah Yusef Mulyana dari Fraksi Partai Nasdem.

“Ya betul tadi kami sudah periksa satu anggota dewan. Semuanya akan kami panggil untuk diperiksa,” ujar Kasi Intel Kejari Garut, Dodi Witjaksono di Kantor Kejari Garut, Jalan Merdeka, Kamis (25/7).

Dodi enggan membeberkan nama anggota dewan yang telah menjalani pemeriksaan. Ia menyebut, hasil penyelidikan akan dibeberkan setelah ada kejelasan dalam kasus dugaan korupsi itu.

“Pokoknya semua akan dipanggil. Selang sehari lah panggilannya. Sekarang kan manggil, paling nanti senin dipanggil lagi,” ucapnya.

Pemanggilan anggota dewan itu, lanjutnya, setelah semua staf di DPRD Garut menjalani pemeriksaan. Satu anggota dewan yang diperiksa berakhir pada sore hari.

“Dari jam 09.00 sampai jam 15.30 kami periksa. Ya 6,5 jam totalnya,” katanya.

Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut (AMPG), Ivan Rivanora menyebut satu anggota dewan yang dipanggil berasal dari Partai Nasdem yakni Yusep Mulyana. Pemanggilan itu jadi bentuk keseriusan Kejari mengusut dugaan korupsi.

“Ini kan semua janji dari pak Kejari akan dipanggil anggota dewannya. Sudah mulai dilakukan juga. Kami harap bisa segera dibuka ke publik kasus ini,” ucap Ivan.

Ivan tetap mendesak agar Kejari Garut menuntaskan dugaan korupsi dewan tahun anggaran 2017 dan 2018. Semua pihak yang terlibat bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Mulai dari pimpinan dewan, Banggar (badan anggaran) akan diperiksa menurut Kejari. Kami juga akan terus awasi kasus ini,” katanya.

Sementara itu, Yusef Mulyana saat dikonfirmasi membenarkan dirinya kemarin diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Garut sebagai saksi. “Betul (diperiksa oleh Kejari Garut sebagai saksi). Terkait Bop (Biaya Operasional) dan Pokir (Pokok Fikiran),” ujarnya.

Dalam proses pemeriksaan sendiri, Yusef mengaku menjelaskan segala hal yang ia ketahui dan yang sebagaimana ia rasakan. Namun terkait dugaan korupsi Bop dan Pokir, ia mengaku tidak mengetahuinya karena hal tersebut kaitannya dengan badan anggaran (Banggar).

Dalam proses menjalankan Bop dan Pokir, selama ini ia mengaku menjalankan apa yang seharusnya dijalankan sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah.

“Kan sudah diatur oleh PP untuk Pokir itu. Selama ini saya menjalankan mekanismenya sebagaimana prosedur,” ucapnya.

Yusef juga mengaku sempat mendapatkan pertanyaan terkait anggota dewan lainnya berkaitan dengan hal tersebut. Namun ia mengaku bahwa hal tersebut tidak ia ketahui karena tidak ada dalam pengetahuannya.

“Untuk Pokir ini saya hanya mengajukan aspirasi sebagaimana seharusnya, dan untuk lain-lainnya kan itu di dinas. Kalau dengan anggota dewan yang lain ya tentunya saya tidak mengetahuinya. Jadi saya hanya menjawap apa yang saya ketahui saja,” katanya.

Ia mengatakan bahwa kemarin baru dirinya saja yang diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Garut dalam kasus dugaan Bop dan Pokir. Dalam proses pemeriksaan sendiri, ia menyebut berbarengan dengan pemeriksaan staff dari Sekretariat DPRD Garut. (igo)