Ditinggal Kakek ke MCK, 2 Bocah Kakak Beradik Tersambar KA

246

RadarPriangan.com, GARUT – Kakak beradik Siska Nurifah, 4, dan Nur Sofi Sabila, tersambar KA Mutiara Selatan yang melaju dari arah Tasikmalaya menuju Bandung ketika korban berjalan dari rumah kakeknya di Pasircikur menuju rel KA untuk melihat Kereta Api lewat. Tak diduga kedua bocah itu tersambar KA di betulan Pasircikur, Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Sabtu pagi (22/6).

Siska Nurifah hingga Ahad sore (23/6) masih dirawat di ruang perawatan Marzan Bawah RSUD dr Slamet Garut, karena menderita luka serius di bagian mukanya. Sedangkan adiknya Nur Sofi Sabila meninggal dunia di rumah sakit yang sama karena lukanya parah dan banyak mengeluarkan darah.

Jenazah Nur Sofi Sabila sudah dimakamkan di pemakaman keluarga Cirayap Desa Dungusiku Kecamatan Leuwigoong.

Kakek korban Suherman yang juga Ketua RW VII Pasircikur Desa Dungusiku, Ahad (23/6) mengungkapkan, kedua korban sempat dilarikan ke UGD Puskesmas DTP Leuwigoong untuk selanjutnya dilarikan ke RSUD dr Slamet Garut. Nyawa Nur Sofi Saila tak tertolong akibat menderita luka benturan parah dan meninggal dunia di rumah sakit.

“Saya tak menduga kedua cucu puteri Susi Rosdiani itu, mengalami nasib malang tersambar Kereta Api di Pasircikur saat ibunya sedang memasak. Kedua korban sempat bermain di halaman rumah didampingi saya sambil membakar sampah. Ketika ditinggal pergi ke MCK, saya terkejut karena banyak warga menjerit histeris. Ternyata kedua cucu saya itu tersambar KA, Sabtu pagi (22/6),” tutur Suherman di rumah duka.

Herman tak menduga ketika pergi ke MCK, kedua cucunya itu pergi menuju rel KA melihat kereta lewat. Apalagi sebelum ditinggalkan pergi, mereka berjalan dulu menuju jalan gang ke perkampungan. Lokasi rumah Herman sdi Pasircikur sekitar 200 meter dari rel KA. Dia pu merasa berdosa meninggalkan kedua cucunya pergi ke MCK.

Susi Rosdiani kepada Arief petugas dari Jasa Raharja Garut ketika survei ke rumah duka di Kampung pasircikur, Ahad (23/6) menuturkan, dia bersama kedua anaknya dan suaminya berlibur di rumah Suherman pascalebaran dan berniat menetap di Pasircikur Desa Dungusiku Kecamatan Leuwigoong. Namun musibah menimpa kedua anaknya tersambar KA di Pasircikur.

Menurut Susi Rosdiani, Sika Nurifah dan Nur Sofi Sabila puteri dari suaminya terdahulu Mohammad Sibli yang bekerja di Banten. Dia bercerai dengan Sibli da menikah lagi dengan Asep puteranya Suherman warga Pasircikur yang bekerja di Bandung.

Survei yang dilakukan Arief ke rumah duka di Pasircikur, untuk melakukan pendataan terhadap kedua korban sambil menyampaikan bela sungkawa kepada Nur Sifi Sabila yang meninggal dunia. Dia pun siap membantu mengurus pengajuan santunan Jasa Raharja dan biaya pengobatan serta perawatan bagi korban yang dirawat di rumah sakit.

Selain itu, Susi Rosdiani sudah menyerahkan sebagian foto copy persyaratan pengajuan santunan dan biaya pengobatan kepada Arief. Persyaratan yang masih kurang minta segera dilengkapi termasuk surat keterangan kecelakaan dari Polsuska. Persyaratan lengkap minta segera diserahkan ke Kantor Jasa Raharaja Garut di Jalan Suherman Garut untuk memproses dana santunan dan biaya pengobatan (peraewatan).

Arief pun menyarankan, agar Muhammad Silbi ayah kandung korban dihubungi agar bisa hadir ketika penandatanganan berita acara penyerahan santunan.

Ditambahkan Suherman, ketika terjadi kecelakaan yang menimpa kedua cucunya anggota Polsek Leuwigoong melakukan pendataan di lokasi kejadian.(pap)