Dipicu Dehidrasi ada Jemaah Alami Depresi

183
Petugas haji diinstruksikan untuk terus mengawal pergerakan jemaah. (Istimewa)

Jumlah Jemaah Wafat Terus Bertambah

RadarPriangan.com, MEKKAH – Seorang calon haji asal Bekasi yang diketahui bernama Nyai Rohamah diduga mengalami gangguan depresi hingga berjalan tersasar ke pemukiman warga Mekkah di kawasan Jiad Mashafi.

Kepala Sektor Khusus Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muh Yamin di Kota Mekkah, Minggu, mengatakan petugas haji pada Sabtu (27/7) sore menerima kabar bahwa ada anggota jamaah Indonesia yang terpisah dari rombongannya.

“Rohamah merupakan anggota jamaah calon haji dari Kloter JKS-65 dari embarkasi Bekasi yang tinggal di hotel nomor 704 di sektor tujuh. Informasi keberadaan jamaah tersebut sebelumnya disampaikan oleh orang setempat,” terangnya, Senin (29/7).

Setibanya di lokasi, tiga petugas haji perempuan langsung mengevakuasi Rohamah. Dan saat petugas sempat akan menggendongnya, karena lokasi penemuannya ada di lokasi yang menanjak cukup tinggi, Rohamah menolak dan ingin berjalan kaki sendiri.

Yamin menuturkan setelah berhasil dievakuasi, Rohamah langsung dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Semula Rohamah tidak mau dievakuasi dan menurut laporan warga setempat, Rohamah sudah berada di pemukiman warga sejak pagi hari. “Nenek Rohamah diajak turun oleh warga setempat tidak mau,” tuturnya.

Rohamah selalu bilang ingin naik ke puncak gunung dan dari logat bicaranya, Rohamah hanya bisa menggunakan bahasa Sunda. Yamin menduga anggota jamaah ini mengalami depresi dan shock setelah tiba di Mekkah. “Karena maunya naik puncak gunung. Bilangnya mau naik ke puncak Bogor,” kata Yamin.

Dokter spesialis kejiwaan KKHI Mekkah Dr Herlina Pohan Sp.KJ menuturkan butuh bantuan banyak orang untuk bisa membawa Rohamah sampai ke bangsal perawatan. “Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil laboratorium menunjukkan pasien tersebut mengalami gangguan elektrolit,” katanya.

Gangguan tersebut dipicu dehidrasi sehingga memicu seseorang menjadi gaduh dan gelisah. “Jamaah ditemukan di bawah terik panas matahari,” kata dia. Perawatan utama yang dilakukan adalah dengan memberikan cairan.

Herlina berharap setelah asupan cairannya pulih, Rohamah bisa kembali ke hotelnya. Petugas belum bisa memastikan apakah ada penyakit penyerta seperti diabates atau sejenisnya. Dia menegaskan jika sebatas dehidrasi, maka pemulihannya relatif lebih cepat.

Calon haji lain yang mengalami kegelisahan ketika baru datang di Mekkah adalah Masadah Iksan. Calon haji usia 77 tahun itu berhaji bersama Nakhis, anak sulungnya dan tergabung dalam Kloter SOC-63 embarkasi Solo. Masadah sempat menjalani perawatan sehari penuh di KKHI Makkah Sabtu (27/7).

Sebelum pulang ke pemondokan, Nakhis menceritakan ibunya merasa bingung dan ingin cepat pulang. “Pingin ketemu Zamroni. Dia adalah anak bungsu,” ujarnya.

Dia berkali-kali menyampaikan ke Masadah bahwa sudah berada di Mekkah dan sedang melaksanakan ibadah haji. Nakhis mencertakan dia mendarat di Jeddah pada Kamis (25/7) malam.

Kemudian Jumat pagi (26/7) melakukan ibadah umrah wajib bersama ibunya. Sabtu pagi (27/7) ibunya mulai gelisah dan terus-menerus meminta pulang karena ingin bertemu Zamroni.

Terpisah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Madinah telah menyiagakan 50 petugas dalam rangka menyambut dan melayani jemaah haji gelombang II yang akan mendarat di Madinah.

“Semestinya seluruh petugas sudah berangkat ke Makkah, namun karena ada perubahan ini, maka kami menyiapkan 50 petugas khusus untuk empat kloter yang mendarat di Bandara Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari.

Menurutnya, ada empat kloter jamaah haji Indonesia yang semestinya pada gelombang kedua mendarat di Jeddah, namun karena kepadatan yang terjadi di Bandara Malik (King) bin Abdul Aziz Jeddah, maka keempat kloter ini dialihkan pendaratannya ke Bandara Madinah. “Kami sudah mempersiapkan personil-personil yang akan memberikan pelayanan khusus kepada jemaah haji yang 4 kloter ini,” ujarnya.

Jauhari menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan agar ada petugas yang akan memandu pergerakan jemaah dari bandara menuju ke Bir Ali. Lalu petugas juga akan disiagakan di Bir Ali sebagai tempat miqat maqani para jemaah sebelum berangkat ke Makkah.

Empat kloter tersebut yakni jemaah haji asal embarkasi Ujung Pandang (UPG) kloter 35 dan 40 serta Banjarmasin (BDJ) kloter 17 dan 19. UPG 35 dijadwalkan mendarat pada 2 Agustus pukul 02.10 WAS, dengan pesawat GA 1302. UPG 40 pada tanggal 5 Agustus, pukul 17.10 WAS. BDJ 17 tanggal 3 Agustus, pukul 00.55 WAS, dan BDJ 19 pada 5 Agustus pukul 02.00 WAS.

Setelah mendarat di Madinah, para jemaah haji gelombang II ini akan langsung diberangkatkan ke Makkah dengan mengambil miqat maqani di Bir Ali. “Ziarah di kota Madinahnya akan dilakukan setelah wukuf di Arafah,” terangnya.

150 Ribu Jemah Tiba di Makkah

Memasuki hari ke-23 masa operasional haji 1440H/2019M kemarin, Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) melansir lebih dari 150 ribu jemaah telah tiba di Makkah.

Data yang dirilis kemarin (29/7) pukul 19.00 WAS ini menunjukkan sebanyak 388 kloter yang membawa 156.452 jemaah bersama 1.940 petugas penyerta kloter, telah memasuki kota kelahiran nabi ini.

“Hari ini seluruh jemaah dari Madinah telah tiba semua di Makkah. Petugas di Makkah akan mulai berkonsentrasi untuk menerima jemaah dari Jeddah, dan memulai persiapan masa puncak haji,” jelas Kadaker Makkah Subhan Cholid, kemarin.

Subhan juga menjelaskan, bahwa pihaknya akan melakukan reformulasi penempatan petugas. Mengingat menurut Subhan, pada hari ini petugas dari Madinah pun akan mulai bergerak ke Makkah.

“Kita akan lakukan reformulasi penempatan petugas. Baik untuk pelayanan jemaah di sektor maupun di masjidil haram. Teman-teman petugas Madinah nanti sebagian akan kita tempatkan untuk membantu sekfor khusus di Masjidil Haram,” ungkap Subhan. (ful/fin)

JUMLAH JEMAAH

MENINGGAL

DI TANAH SUCI

1. Khairil Abbas Salim (BTH 23)

usia 62 tahun, wafat, 8 Juli 2019 di RSAS Madinah

2. Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2)

usia 57 tahun, wafat pada 8 Juli 2019 di pesawat menuju bandara Madinah

3. Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 44)

usia 74 tahun, wafat pada 9 Juli 2019 di RSAS Madinah

4. Subli bin Muhammad Nasri (BTH 32)

usia 61 tahun, wafat pada 11 Juli 2019 di RSAS Madinah

5. Artapiah Armin Musahab (JKG 86)

usia 60 tahun, wafat pada 12 Juli 2019 di pesawat menuju bandara Madinah

6. Soeratno G Mangun Wiyoto (SUB 45)

usia 74 tahun, wafat pada 15 Juli 2019 di RSAS Madinah

7. Ahmad Suparman bin Jubed (JKS 001)

usia 53 tahun, wafat pada 17 Juli 2019 di RSAS Madinah

8. Rabiun bin Daliman Arsyad (LOP 006)

usia 54 tahun, wafat pada 18 Juli 2019 di RSAS Madinah

9. Supardjo bun Rata Ilyas (JKS 041)

usia 76 tahun, wafat pada 20 Juli 2019 di pesawat menuju Bandara Jeddah

10. Ahmad Dimyati bin KH Ruhbi (JKS 018)

usia 56 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di RSAS Makkah

11. Sapan bin Tumanga Loga (UPG 014)

usia 69 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di Pemondokan Makkah

12. Nasikin bin Sinwan Abdul Salam (SOC 040)

usia 63 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di RSAS Madinah

13. Muh. Rum bin Rasim Batubara (MES 005)

usia 65 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di Pemondokan Madinah

14. Hamna binti Nawi Finan (JKG 011)

usia 69 tahun, wafat pada 22 Juli 2019, di RSAS Madinah

15. Suhari Abu Bin Subari (PDG 014)

usia 88 tahun, wafat pada 22 Juli 2019, di RSAS Madinah

16. Sirojudin bin Hasan Hamidah (LOP 002)

usia 79 tahun, wafat pada 23 Juli 2019 di RSAS Makkah

17. Sutrisno bin Suratman Ahmad (SOC 043)

usia 54 tahun, wafat pada 23 Juli 2019 di RSAS Makkah

18. Rahamat bin Noyan Nasution (MES 006)

usia 65 tahun, wafat pada 24 Juli 2019 di Pemondokan Madinah

19. Tatik Rahayu Maskat (SOC 59)

usia 54 tahun, wafat 25 Juli 2019 di Masjid Makkah

20. Fatma Thalib Arilaha (UPG 7)

usia 71 tahun, wafat 25 Juli 2019 di RSAS Makkah

21. Amin Sutikno Ahmad Karjo (SUB 02)

usia 76 tahun, wafat 26 Juli 2019, di RSAS Madinah

22. Saleh Saelani Karnadi (SUB 22)

usia 84 tahun, wafat 26 Juli 2019, di RSAS Makkah

23. Odah Juhe Juhanta (JKS 03)

usia 75 tahun, wafat 26 Juli 2019, di Pemondokan Makkah

24. Saniah Sarkosi Atma (JKS 64)

usia 68 tahun, wafat 27 Juli 2019 di pesawat yang mendarat pada bandara Jeddah.

25. Jamaluddin Bandarik Abdullah (MES 02)

usia 72 tahun, wafat 26 Juli 2019, di RSAS Makkah

26. Siti Salma Husein Lamonjong (BPN 07)

usia 89 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Makkah

27. Enny Djatmiko Siswomihardjo (SOC 68)

usia 76 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Makkah

28. Nurbia Melek Tatu (BPN 08)

usia 61 tahun, wafat 28 Juli 2019, di Pemondokan Makkah

29. Isah Oti Sana (JKS 40)

usia 66 tahun, wafat 28 Juli 2019, di Perjalanan Makkah

30. Marhan Ali Telano (UPG 23)

usia 63 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Makkah.

Sumbers: Siskohat