Dinilai Tak Pro Rakyat, Mahasiswa Kritisi RAPBD Tahun 2020

117
Foto : Istimewa

GARUT – Mahasiswa yang tergabung dalam GMNI dan PMII melakukan aksi ke jalan. Mereka menolak Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 yang dinilai tidak berpihak untuk kepentingan rakyat.

Perwakilan aksi mahasiswa, Irpan Taufik mengatakan, mahasiswa terpaksa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan Bupati Garut tentang RAPBD yang tidak pro terhadap pembangunan atau mensejahterakan rakyat.

“Sejatinya APBD harus pro rakyat, namun demikian itu hanya bualan belaka,” katanya.

Menurutnya, penentuan kebijakan penggunaan APBD yang dilakukan oleh Bupati Garut dinilainya tidak proporsional, hal tersebut terbukti dengan pembagian untuk kepentingan masyarakat hanya 35 persen.

Sementara itu tambahnya, untuk anggaran belanja pegawai, kata dia, mencapai 65 persen dari RAPBD Garut, atau pembagiannya sangat jauh untuk kepentingan rakyat.

“Untuk belanja pegawai dan yang lainnya mencapai 65 persen dari RAPBD yang ada,” katanya.

Pihaknya meminta legislatif sebagai wakil rakyat untuk menolak tegas RAPBD yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Lanjutnya, Anggota DPRD Garut harus memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat secara serius, bukan untuk kepentingan pribadi. “Kita juga menuntut untuk trasparansi RAPBD 2020,” pungkasnya. (erf)