Dinahkodai Deni Dimyati, KWG Usulkan Gugus Tugas Fasilitasi Satgas Prokes Covid-19 Khusus Acara Pernikahan 

184
Foto : Ketua KWG Terpilih Deni Dimyati bersama Pengurus dan Mantan Kandidat Ketua KWG Agus Rikhmana (bejo)


RadarPriangan.com,GARUT – Pengusaha penyelenggara pernikahan yang tergabung dalam organisasi KWG mendorong agar pemerintah mengeluarkan regulasi untuk menunjang hajat warga dalam pesta pernikahan.

Hal tersebut diajukan KWG untuk meningkatkan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) di tengah masyarakat, serta memastikan geliat usaha penyedia barang dan jasa penyelenggara pernikahan di tengah pandemi.

Ketua KWG Deni Dimyati mengungkapkan, diantara yang diusulkan KWG yakni pendamping dalam penerapan protokol kesehatan di pesta pernikahan, termasuk membentuk satgas Covid19 khusus dalam menyelenggarakan resepsi pernikahan.

“Para pengusaha penyelenggara resepsi pernikahan yang tergabung dalam KWG sudah berupaya menerapkan protokol kesehatan, bekerjasama dengan tenaga medis yang berperan sebagai satgas, pengingat penerapan protokol kesehatan pada momentum pernikahan. Untuk efektivitas penerapan itu, sangkan terselenggaranya pernikahan, upaya tersebut memang belum pada penindakan, karena kita tidak pada kapasitas itu. Makanya, saya kira perlu adanya fokus khusus untuk itu, termasuk satgas yang dikhususkan untuk memastikan berjalannya protokol kesehatan pada pesta pernikahan,” kata Ketua baru yang terpilih dalam Kongres 31 Agustus lalu, didampingi pengurus KWG lainnya Agus Rikhmana, Steering Committee(SC), Organizing Committee (OC) pada Pemilihan Ketua KWG dan Jubir KWG di D’Balcony Cafe, Selasa (1/9) malam.

Sementara itu, Pengurus yang juga mantan kandidat Ketua KWG, Agus Rikhmana, menambahkan, penguatan dari aspek regulasi dan pemberian fokus antisipasi dari Gugus Tugas Covid19 Kabupaten untuk mendukung terlaksananya hajat rakyat tanpa menanggalkan protokol kesehatan.

Sisi lain, para pengusaha maupun stakeholder lainnya mendapat kepastian dalam perlindungan dari aspek kesehatan, stabilitas ekonomi, dan hal lainnya ketika pandemi masih mengancam.

“Selain aktivitas tersebut merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat kita, termasuk adat dan budaya, upaya tersebut juga bisa membangkitkan geliat ekonomi para pengusaha penyelenggara resepsi pernikahan yang sempat mati suri karena pandemi. Karena di dalam itu banyak pengusaha kreatif, kecil dan menengah yang terlibat, jika itu dihentikan maka perekonomian usaha kecil menengah akan sulit, sementara jika didukung dari aspek tadi, maka usaha bisa berjalan dengan mengurangi resiko penyebaran virus dalam acara tersebut,” pungkasnya.

Terbentuknya KWG, setelah kongres pemilihan Ketua, organisasi tersebut akan segera menempuh upaya untuk pembentukan badan hukum sebagai organisasi masyarakat.

Dimana kedepan kata Deni, pihaknya berkomitmen dalam meningkatkan geliat usaha penyelenggara pernikahan di Kabupaten Garut, menyatukan seluruh elemen, dan menciptakan kultur usaha yang sehat, berkembang dan maju bersama. (erf/bbr)