Dilarang Perusahaan, Siswa SMA Terbuka tak Ikut UN

259

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – SMA Terbuka di Garut mulai melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk pertama kalinya.

SMA Terbuka merupakan rintisan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berada di beberapa daerah. Namun dengan adanya program SMA Terbuka dimungkinkan para siswa dari PKBM bisa mendapatkan ijazah dari sekolah induk.

Kepala Sekolah SMAN 6 Sumpena Permana mengatakan, kehadiran SMA Terbuka seharusnya memudahkan para siswa. Karena banyak siswa yang putus sekolah apakah karena tidak memiliki biaya atau faktor lain.

“Pada dasarnya SMA Terbuka ini semuanya serba gratis, dari mulai pembelajaran hingga ujian nya semua di gratiskan,” katanya saat ditemui di Sekolah, Senin petang (1/4/2019).

Meski sudah mengikuti pembelajaran selama hampir 3 tahun nyatanya ada 10 siswa yang tidak bisa mengikuti UNBK pada hari pertama ini.

“Salah satunya ada yang dilarang oleh perusahaan, sehingga tidak boleh mengikuti UNBK di hari pertama ini,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan memberikan laporan kepada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan wilayah XI Garut terkait adanya pelaranagn karyawanya untuk mengikuti UNBK.

“Kita akan melaporkan ini kepada KCD, karena hal ini sangat merugikan bagi siswa, meski memang ada ujian susulan bagi yang tidak bisa mengikuti ujian hari ini,” ucapnya.

Sumpena juga mengatakan bahwa para siswa yang mengikuti sekolah terbuka ini mengikuti pembelajaran tidak sama dengan kelas reguler yang mengikuti jam sekolah. Namun para siswa sekolah terbuka ini mengikuti proses pembelajaran hanya 2 atau tiga hari selama satu minggu.

“Jadi proses pembelajaranya juga sifatnya dipadatkan, tidak sama seperti siswa reguler yang ikut jam pelajaran biasa,” katanya.

Mata pelajaran yang diterima oleh siswa sekolah terbuka sendiri hanya mata pelajaran yang di ujiankan saja. Sementara mata pelajaran lainnya porsinya tidak begitu banyak.

“Mata pelajaranya, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Inggris, dan mata pelajaran jurusan,” katanya.

Guru yang diperbantukan pun tidak setiap hari hanya super visi oleh kepala sekolah maupun perwakilan dari sekolah untuk meninjau seperti apa perkembangan persekolahan di sekolah terbuka.

Siswa sekolah terbuka yang mengikuti ujian tercatat ada 101 orang, dari seharusnya 111 orang yang mengikuti UNBK. (erf)