Dikenal Bengis, Ikal Ditangkap Polisi Saat Menginap di Cipanas Garut

328
ilustrasi

GARUT – HNP alias Ikal (20) ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut di salah satu penginapan di wilayah Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Ia ditangkap karena menganiaya warga bersama seorang rekannya berinisial R alias Gaga (22) pada Rabu (04/12/2019).

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng menyebut, bahwa ikal diketahui baru keluar dari penjara di Bandung karena aksinya yang menikam warga di tahun 2017 dan divonis kurungan 2,6 tahun penjara.

“Sekarang berurusan lagi dengan hukum karena ia bersama rekannya diketahui melakukan aksi penganiayaan bersama rekannya di wilayah Tarogong. Alhamdulillah kita berhasil tangkap keduanya, salah satunya berinisial HNP alias Ikal kita amankan di salah satu penginapan di objek wisata Cipanas saat sedang tidur,” ujarnya, Minggu (08/12/2019).

Maradona menyebut bahwa dalam proses penangkapan Ikal, pihaknya sudah memersiapkan senjata sebelum melakukan pengamanan. Hal tersebut dilakukan karena ia diketahui selalu membawa benda yang mirip senjata api dan juga sebilah golok.

“Saat kita tangkap, Ikal ini tidak melawan karena sedang tidur. Saat juta geledah kita temukan golok yang biasa dibawa dan benda mirip senjata api yang ternyata airsoft gun,” katanya.

Sosok Ikal, disebut Maradona, cukup ditakuti di kalangan warga sekitar Tarogong. Hal tersebut dikarenakan ia dikenal bengis dan tidak segan melakukan aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan korbannya terluka parah.

Maradona mengungkapkan, saat usia Ikal masih 14 tahun ia berani membacok seorang preman yang usianya sudah dewasa karena berebut pemandu lagu di wilayah Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler. Di tahun 2016, ia kembali membacok kepala ketua salah satu geng motor di wilayah perkotaan Garut.

“Setelah aksinya di 2016, dia ini sempat menghilang dan namanya sempat tidak terdengar. Kemarin kita dapat laporan dan kita tangkap di Cipanas,” ungkapnya.

Maradona menyebut bahwa pihaknya menerapkan pasal berlapis kepada Ikal akibat perbuatannya menganiaya warga. Ia dijerat pasal dalam Undang-undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam dan pistol airsoft gun dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Kita juga kenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan nacaman hukuman penjara paling lama lima tahun,” tutupnya. (igo)