Didukung Mayoritas Klub, Dodi Gustari Siap Maju Sebagai Ketua PBSI Garut

89
Dodi Gustari kandidat calon ketua PBSI Kabupaten Garut bersama 10 pengurus klub PB saat melakukan konsolidasi jelang Muskab di RM Cibiuk, Sabtu (14/11) malam.

GARUT – Dodi Gustari mendapatkan dukungan mayoritas untuk menjadi ketua Perkumpulan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Garut. Hal tersebut setelah sekitar 10 dari 17 perkumpulan bulutangkis di Kabupaten Garut telah menyatakan dukungannya terhadap pengusaha muda itu.

Salah satu pendukung dari persatuan bulutangkis Haruman, Wawan Kuswara, mengatakan, Dodi Gustari merupakan sosok ideal dan diyakini bisa membawa olahraga bulutangkis di Kabupaten Garut lebih maju lagi.

“Kita berharap bulutangkis di Garut lebih maju lagu dari kemarin, bulutangkis lebih bergerilya lagi, kita membutuhkan sosok yang dibilang sempurna, dan pa haji Dodi saya yakin bisa,” kata Wawan usai melakukan konsolidasi di RM Cibiuk, Sabtu (14/11) malam.

Sementara itu, Salah bakal calon Ketua PBSI Kabupaten Garut, Dodi Gustari mengaku bahwa mayoritas klub atau perkumpulan bulutangkis yang terdaftar di PBSI Garut mendukung dirinya sebagai ketua pada Musyawarah Kabupaten PBSI Garut mendatang.

“Alhamdulillah barusan saya berkumpul bersama pengurus perkumpulan bulutangkis (PB, red), ada 10 PB dari 17 PB yang terdaftar di PBSI Garut. Mereka memberi dukung ke saya mencalonkan sebagai ketua PBSI Garut periode 2020-2024,” katanya.

Dengan bekal dukungan mayoritas PB, pihaknya berencana untuk melakukan pendaftaran sebagai kandidat calon ketua pada Muskab PBSI Garut.

“Meski kita mendapat dukungan penuh dari mayoritas klub, kita sama teman-teman di PB akan melakukan pendaftaran ke KONI. Kita tempuh prosedur,” tambahnya.

Jika menjadi ketua PBSI Garut, pihaknya telah menyiapkan beberapa program unggulan yang diyakini bisa memajukan bulutangkis di Kabupaten Garut.

“Kalau saya yang menjadi ketua PBSI Garut siapa, maka atlet Garut yang membela daerah lain akan kita data kemudian diundang dan diminta komitmen untuk membela Garut, kita pun akan melakukan beberapa skema untuk itu, kemudian juga beberapa usulan-usulan dari klub yang bisa menunjang kemajuan bulutangkis, kita akan jalan program-program tersebut, begitupun dengan upaya lainnya,” kata Dodi.

Terpisah, Ketua Pelaksana Muskab PBSI Kabupaten Garut, Eutik, mengatakan, kepengurusan PBSI Kabupaten Garut sudah lama vakum, padahal sebentar lagi menjelang Porkab.

“KONI Garut akan melaksanakan pekan olahraga Kabupaten (Porkab), kalua ada cabor tidak punya legalitas formal kepengerurusan maka tidak akan ada Porkab (bagi cabang tersebut, red). Sehingga PBSI Garut yang sudah lama vakum harus segera memiliki kepengurusan, termasuk ketua,” kata Eutik.

Menurutnya, pemilihan ketua cabang olah, termasuk ketua PBSI Garut harus melalui prosedur jelas. Baik itu melalui pemilihan atau aklamasi, yang jelas kata Eutik yang juga merupakan pengurus KONI Garut bahwa semua harus menempuh prosedur.

Menurutnya, pengurus baru PBSI akan memiliki beban berat, hal itu mengingat bahwa olahraga bulutangkis merupakan olahraga yang memasyarakat, digemari banyak orang dari banyak kalangan.

“Kontribusi (olahraga bulutangkis, red) di Jawa Barat cukup banyak dibuktikan atlet prestasi banyaknya di Garut, tapi membela daerah lain. Nah ini pentingnya penataan ulang agar atlet asli Garut agar mau membela Garut,” pungkasnya. (*)