Diduga Terpeleset, Neni Ditemukan Meninggal

575
Warga mengevakuasi jasad Neni diduga terpeselet dan terjebak dalam aliran sungai Cimanganten, Tarogong Kaler, Selasa (19/3). FOTO: IQBAL GOJALI/RADAR GARUT

RADARPRIANGAN.COM, GARUT – Sempat dikira boneka, warga Kampung Loji, Desa Cimanganten, Tarogong Kaler, Garut dihebohkan penemuan sesosok jasad wanita berbalut jaket di sungai. Setelah diangkut, ternyata jasad tersebut adalah Neni Sumarsih (41), yang tak lain tetangga mereka.

Penemuan jasad Neni itu terjadi Selasa (19/3) sekitar pukul 14.30. Awan (37), salah seorang saksi mata mengatakan bahwa jasad Neni ditemukan dalam keadaan terombang-ambing di sungai kecil yang terletak di Jalan Rancabango itu.

“Saya pikir itu boneka, tapi lama kelamaan kok ada tangannya. Langsung saya panik dan panggil warga yang lain,” ujar Awan kepada wartawan di lokasi penemuan.

Awan mengaku bahwa saat itu dirinya tengah memancing ikan bersama dua orang rekannya di sungai tersebut. Kondisi saat itu terjadi hujan sangat lebat. Usai menemukan mayat tersebut sendiri, Awan dan teman-teman kemudian melaporkan temuannya ke polisi.

“Setelah diangkut bareng-bareng polisi sama TNI ternyata itu teh Neni, masih warga sini (Kampung Loji),” katanya.

Penemuan jasad Neni menghebohkan warga sekampung. Jasadnya langsung dibawa ke rumah duka yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari TKP.

Kapolsek Tarogong Kaler Iptu Tito Bintoro yang ada di lokasi membenarkan penemuan mayat itu. Menurut Tito, berdasarkan keterangan pihak keluarga, sekitar pukul 13.00 Neni meninggalkan rumah. Satu jam tak kembali, keluarganya kemudian mencari keberadaan Neni.

“Sekitar pukul 14.30, ditemukan sesosok mayat yang diketahui identitasnya bernama Neni. Langsung kami evakuasi bersama warga dan aparat TNI,” ujar Tito kepada wartawan di tempat yang sama.

Tito menambahkan, Neni tengah sakit. Ia hendak menuju WC umum yang lokasinya berada persis di dekat TKP.

“Pada saat kejadian, hujan turun sangat deras. Diduga korban terpeleset dan terjatuh ke sungai kemudian tenggelam karena arus air cukup deras,” pungkas Tito. (igo)