Didampingi 10 Pengacara, Budi akan Kooperatif

342
Wali Kota Tasikmalaya H Budi Budiman akan kooperatif kepada KPK. (dok. Radar Tasikmalaya)

RadarPriangan.com, TASIKMALAYA – Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman didampingi 10 kuasa hukum. Salah satu kuasa hukumnya, Bambang Lesmana merinci bahwa pengacara yang mendampingi Budi satu dari Jakarta, 2 dari Bandung dan 7 dengan dirinya dari Tasikmalaya.

“Kita akan damping wali kota sampai tuntas,” ucap Bambang Lesmana saat ditemui di peresmian Transmart Tasikmalaya Jumat (26/4).

Bambang Lesmana mengatakan, kliennya kooperatif terhadap KPK. Hal tersebut menunjukkan wali kota taat terhadap hukum.

“Kami ingin menunjukkan bahwa wali kota patuh dan taat hukum,” kata dia.

Bambang menjelaskan, pihaknya saat ini berupaya mengumpulkan informasi dari wali kota dan akan membiarkan tim penyidik KPK bekerja maksimal.

“Tentang teknis kita berikan seluas-luasnya ruang bagi KPK mengenai kasus ini secara terang menderang,” ungkap Bambang, yang juga pengacara Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir.

Ditanya terkait status hukum wali kota? Bambang menjelaskan dari beberapa surat yang ada, sudah menjadi tersangka. Hanya, terkait kasus yang sebetulnya menjerat Budi Budiman seperti apa, belum dijelaskan secara rinci oleh KPK.

“Secara umum seperti yang beredar di tengah masyarakat melalui pemberitaan media. (DAK dan DID). Saya teliti itu, sebetulnya sudah terselesaikan. Hanya saja, soal gratifikasi yang harus diluruskan, alurnya bukan seperti itu sebetulnya,” terang Bambang.

Dia mengatakan uang gratifikasi tersebut milik pribadi wali kota dan bukan bersumber dari uang negara.

“Nantilah, itu sudah masuk ranah hukum. Sedang diperdalam KPK. Ini sebetulnya bukan gratifikasi, sebagai bentuk terima kasih. Hari ini (kemarin), KPK masih di Tasik pemeriksaan,” jelas dia. (igi/radar tasikmalaya/fin)