Diawaki Kompi 4A Pelopor, Dapur Lapangan Satbrimob Polda Jabar Digelar di Garut

113

Bantu Warga Yang Terdampak Covid-19

GARUT – Puluhan anggota TNI dan Polri dari Satuan Brimob Polda Jabar Bataliyon A Pelopor kompi 4 dan Polres Garut memasak bersama membuat 1000 paket nasi untuk dibagikan kepada masyarakat. Aksi tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Garut.
Sejak pagi, puluhan anggota TNI dan Polri menyiapkan berbagai bahan di dapur ukum yang berada di SOR Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Mereka memasak sejumlah makanan yang dikemas dalam satu kemasan paket nasi siap santap.
Komandan Satuan Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Asep Saepudin, S.IK, meminta kepada masyarakat , selama pandemik corona agar tidak panik. “Kami Brimob Jabar siap menjaga Kamtibmas Jawa Barat,” ujarnya, Sabtu (18/4).
Sementara itu, Komandan Kompi 4 Bataliyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Jabar, Iptu Hasan Sadikin mengatakan bahwa hari ini pihaknya bersama anggota TNI menyiapkan 1000 paket nasi bagi masyarakat Garut. “Kita siapkan di dapur umum dan nanti akan distribusikan langsung ke masyarakat,” ucapnya.
Ia menjelaskan, meski situasi di Papua antara Satuan Brimob dan TNI sempat memanas, Hasan memastikan bahwa hal tersebut tidak menjadikan anggota Satuan Brimob dan TNI lainnya terpengaruhi. Kegiatan yang dilakukan hari ini pun menurutnya membuktikan bahwa TNI dan Polri khususnya Satuan Brimob masih solid.
“Kita memiliki tugas yang harus dijalankan sebagai abdi negara. Pengabdian kita, baik TNI maupun Polri adalah untuk rakyat,” katanya.
Hasan mengungkapkan bahwa makanan yang dimasak berasal dari udunan anggota TNI dan Polri ditambah kepedulian sejumlah masyarakat. Setelah udunan, pihaknya pun kemudian memasak dan membagikan bareng nasi hasil memasaknya kepada masyarakat.
Rencananya, kegiatan ini akan konsisten dilakukan selama dan setelah pandemik Covid-19 untuk membantu masyarakat Garut yang membutuhkan bantuan. Kedepannya, bahkan pihaknya beremcana membangun dapur umum yang bisa didatangi oleh warga yang tidak bisa makan.
“Kita ingin berbuat yang terbaik untuk masyarakat, itu saja,” tutupnya. (igo)