Desa Sukajadi dan Puskesmas Sosialiasi dengan Mobil Maskara

98
Kades Sukajadi, Imat Rohimat (dua dari kiri) foto bersama dengan Babinsa, Babinkamtibmas dan petugas puskesmas di depan mobil Maskara.
  • Cegah Penyakit DBD di Masyarakat

GARUT – Pemerintah Desa Sukajadi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, bekerjasama dengan Puskesmas Mekarwangi dalam sosialisasi pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD), Jumat (17/01/2020).

Uniknya, sosialisasi kali ini tidak dilakukan di aula (indor) seperti biasanya, tapi dilakukan di luar ruangan di depan mobil maskara bantuan Gubernur Jawa Barat.

H Imat Rohimat S.Ip MM, Kepala Desa Sukajadi menjelaskan, sosialisasi ini dilakukan karena ada warganya yang terkena DBD. Selain itu memang bertepatan dengan musim hujan, sehingga menjadi waktu yang tepat menyosialisasikan mengenai pencegahan DBD.

“Ini terkait dengan program desa sinkronisasi dengan puskesmas, sehubungan sekarang kan sedang musim hujan, biasanya di lapangan itu ada saluran air yang tidak benar. Kebetulan juga malam tadi ada warga yang kena DBD, sudah dirujuk ke puskesmas.Sekarang antisipasi memberikan pemahaman kepada masyarakat kerjasama dengan puskesmas Mekarwangi,” katanya.

“Panggungnya Alhamdulillah menggunakan mobil Maskara bantuan pak Gubernur, jadi kita tidak repot-repot untuk ke masjid atau ke madrasah. Nah sekarang juga di sisi jalan bisa,” sambung Imat.

Dalam kesempatan tersebut selain sosialisasi pencegahan penyakit DBD, pihaknya juga menyosialisasikan program warung sampah.

” Jadi multiguna bisa dijadikan warung sampah di RW 07 nanti setelah ini. Masyarakat mengumpulkan sampah dan membawa buku tabungan,” kata Imat.

Kepala Puskesmas Mekarwangi, dr Nia Soniawati sangat mengapresiasi bentuk responsif Pemerintah Desa Sukajadi terhadap kesehatan masyarakat. Dia pun merasa gembira dengan adanya mobil Maskara bantuan Gubernur Jabar kepada Desa berprestasi itu.

“Saya pikir sangat bermanfaat pak karena selama ini kami penyuluhan kan harus mencari ruangan tertentu, di aula desa, aula RW, di masjid, tapi dengan mobil ini kami berkolaborasi dengan pihak desa mau di manapun bisa karena sarananya juga sudah lengkap, luar biasa,” katanya.

Lebih jauh dr Nia menjelaskan, mengenai materi sosialisasi ini dipilih tentang pencegahan DBD karena ada warga Desa Sukajadi yang terkena DBD dan dirawat di puskesmas.

” Tentunya untuk pencegahan kami harus melakukan upaya antisipatif dengan cara penyuluhan ini. Kemudian kami juga kemarin sudah melakukan survey dan sudah memeriksa jentik di rumah,” katanya.

Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat bisa mandiri untuk pencegahan DBD ke depan. “Dimana kita tahu penyakit DBD kan jika pola hidup sehat dan bersih diterapkan insyaa Allah tidak akan ada lagi yang terkena,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga bekerjasama dengan lintas sektor, terutama pemerintah Desa Sukajadi, Babinsa, Babinkamtibmas dan RT RW.

dr Nia pun menegaskan agar masyarakat bisa menjaga pola hidup sehat dan bersih untuk mencegah penyakit DBD. Karena hanya dengan demikian cara pencegahan DBD yang paling efektif.

” Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yaitu menutup, mengubur, menguras ditambah abatisasi dan memberikan lotion nyamuk atau hal-hal lain. Kemudian masyarakat bersama RW, kepala desa lintas sektor bisa menggerakan jumsih (jumat bersih),” katanya.(adv)