Data UN untuk Pemetaan

288
JPG

Diikuti 8,3 Juta Peserta Didik, Diklaim Kualitas Meningkat

RADARPRIANGAN.COM, JAKARTA – Tidak hanya akurasi data, ada side efek dari hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2019 ternyata dimanfaatkan untuk pengembangan beberapa sektor. Pertama guna pemetaan pendidikan berdasarkan kontur daerah, dan kedua mengukur kompetensi guru yang dilihat dari hasil pencapaian siswa.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan, proses UN selesai, maka penyusunan laporan pun dilakukan.

“Ada rapor UN ini data base kita yang bisa diakses langsung melalui situs Kemendikbud. Dari data ini, kita juga bisa melihat bagaimana kemampuan siswa di setiap daerah, bermuara juga menjadi tolak ukur kemampuan pendidik (guru, red),” terang Totok, kemarin (25/3).

Data tersebut, sambung dia, belum cukup. Masih ada data tambahan yang cukup mendukung. Salah satunya isian angket. Dari data angket inilah, diharapkan bisa mengetahui kondisi siswa yang sebenarnya.

“Itu manfaatnya. Kalau selama ini, kalau nilai siswa rendah kita tidak tahu apa penyebabnya. Sekarang ada lima jenis angket. Setiap siswa hanya mengerjakan satu jenis angket dan dikerjakan siswa setelah selesai melaksanakan UN,” paparnya.

Totok menambahkan UN diikuti 8,3 juta peserta didik dan 103.000 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 91 persen peserta didik siap mengikuti UN Berbasis Komputer (UNBK). Sisanya masih menggunakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). “Jumlah peserta UNBK tahun ini meningkat signifikan dibandingkan jumlah peserta didik pada penyelenggaraan UN 2018,” imbuhnya.

Jumlah peserta UNBK meningkat 19 persen dari jumlah peserta UNBK tahun lalu. Kemendikbud mengapresiasi peran serta pemerintah daerah dan masyarakat yang mendukung penyelenggaraan ujian nasional tahun ini.

Pada tahun ini, lanjut Totok, terdapat tujuh provinsi yang siap menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan atau 100 persen untuk semua jenjang pendidikan baik formal dan nonformal yaitu provinsi Aceh, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Timur, Jogjakarta, dan Bangka Belitung.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad mengatakan, fakta yang ada, UNBK terbukti efektif meningkatkan kredibilitas pelaksanaan UN. “Momentum hasil UN yang lebih reliabel dan kredibel hendaknya menjadi titik tolak pemanfaatan hasil UN untuk merefleksi kemampuan dan meningkatkan mutu pembelajaran,” terangnya.

Meski demikian ada tantangan lain dari UN yakni mengujikan soal-soal yang mengukur keterampilan berpikir kritis. “Keterampilan ini sangat diperlukan oleh siswa agar mampu adaptif terhadap perubahan dunia yang begitu cepat,” singkatnya.

Terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengklaim pelaksanaan UNBK telah berhasil menghilangkan hingga 99 persen kecurangan. “Dengan UNBK ini, soal satu dengan yang lain tidak sama. Dan hampir empat tahun UNBK ini, menghilangkan 99 persen kecurangan,” terangnya.

Ia pun meyakini, UNBK berhasil menghilangkan kecurangan dalam ujian, yang dulu sistemik dan terstruktur dan meningkatkan kepercayaan diri siswa karena hasilnya diakui oleh publik maupun lembaga terkait.”Kan jelas, UN dijamin kejujurannya. Karena memang kita fokus pada kejujuran dulu, baru sekarang secara bertahap kita benahi aspek kualitas UN,” kata Muhadjir.

Untuk diketahui UN untuk jenjang SMK dimulai pada tanggal 25-28 Maret 2019. Jenjang SMA/MA diselenggarakan pada tanggal 1, 2, 4 dan 8 April 2019. Sedangkan untuk peserta didik yang tidak dapat mengikuti UN pada tanggal yang ditentukan dapat mengikuti UN susulan pada tanggal 15 dan 16 April 2019.

Pada jenjang SMP/MTs, UN akan dilaksanakan pada tanggal 22-25 April 2019, sementara UN susulan akan diselenggarakan pada tanggal 29 dan 30 April 2019. Untuk Provinsi Papua, Papua Barat dan NTT karena tanggal 22 April merupakan hari raya keagamaan, pelaksanaan UN jenjang SMP/sederajat mulai tanggal 23 April, sehingga jadwal menjadi 23,24,25 dan 27 April 2019.

Untuk pendidikan kesetaraan program Paket C, UN dilaksanakan pada tanggal 12,13,14,15,dan 16 April 2019. Ujian nasional susulan untuk program Paket C diselenggarakan tanggal 26,27,28,29,dan 30 April 2019. Sedangkan untuk program Paket B, UN akan dilaksanakan pada tanggal 10,11,12, dan 13 Mei 2019. Ujian nasional susulan untuk program Paket B dilaksanakan pada tanggal 17,18, 20, dan 21 Mei 2019. (khf/rls/ful/fin)