Dana Wakaf Baitul Asyi Hingga Kiamat

270
Suhu di Makkah sangat panas, sehingga harus menjaga kondisi tubuh menghidari dehidrasi. (FIN)

Cuaca Begitu Terik, Total 41 Jumlah Jemaah Wafat

RadarPriangan.com, MAKKAH – Jemaah haji asal Aceh menerima pembagian dana Wakaf Baitul Asyi sebesar 1.200 Riyal atau sekitar Rp4,5 juta per orang. Dana tersebut dibagikan oleh nadzir atau pengelola Wakaf Baitul Asyi kepada jemaah setibanya di Makkah.

Wakaf jemaah Aceh merupakan wakaf produktif yang dikelola Baitul Asyi, yang berupa hotel dan perumahan di sekitar Masjidil Haram. Jemaah yang berhak menerima dana ini hanya mendapatkan kartu khusus yang ditandatangani Gubernur Aceh.

Nadzir Wakaf Baitul Asyi, Syeikh Abdullatif Baltou mengatakan jemaah haji Aceh patut berbahagia, karena memiliki wakaf yang tidak pernah terputus hingga hari kiamat. Harta wakaf yang diamanahkan Habib Bugak ini merupakan wakaf umum yang diperuntukkan jemaah Aceh.

“Harta wakaf ini tak akan pernah terputus. Selamanya, selama masih di dunia sampai hari kiamat nanti,” kata Syeikh Baltou di hotel jemaah haji Aceh, di kawasan Syisyah, Arab Saudi, Rabu (31/7).

“Kami akan menjaga dan merawat dengan baik, menginfakkan kepada yang telah diamanahkan Habib Bugak untuk masyarakat Aceh dan Allah menjaganya, Allah memeliharanya,” imbuhnya.

Staf pengelola Baitul Asyi, Jamaluddin Affan menambahkan Wakaf Baitul Asyi mengamanhkan harta wakaf untuk bagi jemaah haji yang datang dari Aceh, lalu penduduk Makkah keturunan Aceh yang sudah menjadi warga negara Arab Saudi, maupun yang tidak menetap di Makkah akan diberi tempat tinggal. ini dari amanah wakaf. “Kemudian mahasiswa yang menuntut ilmu di Makkah, ini berkah mendapat wakaf Habib Bugak Asyi,” ujar Jamaluddin.

Salah seorang jemaah asal Aceh Kloter IV, Djufri mengaku senang dengan pengelolaan dana wakaf Baitul Asyi. Menurutnya, menginfakkan harta melalui wakaf maupun zakat tidak akan pernah hilang.

Rencananya, uang yang diterimanya dari dana wakaf Baitul Asyi ini sebagiannya akan dititipkan untuk berqurban di Masjidil Haram. “Sisanya mungkin nanti bisa dimanfaatkan di Aceh, untuk wakaf Alquran di masjid-masjid,” kata Djufri.

Sementara itu, Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama melansir, hingga Selasa, 30 Juli 2019 pukul 19.00 waktu Arab Saudi, sebanyak 170.430 jemaah haji Indonesia telah tiba di Kota Makkah.

“Sebanyak 9.264 orang di antaranya merupakan kelompok lanjut usia (lansia). Mereka adalah jemaah yang berusia 75 tahun ke atas,” jelas Kepala Seksi Data dan Informasi Daker Makkah Nurhanuddin, Rabu (31/7).

Nurhan menuturkan, saat ini jemaah yang datang di Makkah berasal dari Jeddah. “Berdasarkan data, sampai sore ini terdapat 423 kloter yang telah tiba. Tersisa 106 kloter lagi yang belum tiba di Makkah,” tuturnya.

Sementara, Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah Imran mengatakan hingga saat ini terdapat 195 jemaah yang harus dirawat inap di Kota Makkah. Masing-masing sebanyak 87 jemaah dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dan 108 jemaah dirawat di RSAS Makkah. Adapun jumlah jemaah yang meninggal di tanah suci bertambah menjadi 41 orang (selengkapnya lihat grafis).

Sementara itu, cuaca di Makkah sangat panas. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah mengimbau jemaah untuk mengurangi aktivitas di luar gedung. Apalagi, fase puncak ibadah haji juga semakin dekat.

“Saat ini cuaca di Makkah cukup panas. Kami berharap jemaah dapat bijak mengatur aktivitas di luar ruangan. Kurangi atau bahkan jangan lakukan aktivitas-aktivitas yang dapat terkena paparan sinar matahari langsung,” ujar Subhan. “Jemaah sebaik nya fokus untuk menyiapkan stamina agar dapat melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah nanti,”imbuhnya.

Subhan juga mengingatkan jemaah untuk mencukupi kebutuhan istirahat serta nutrisi jelang puncak haji. “Hemat tenaganya. Sementara jangan lakukan umrah sunah berulang, ziarah, dan sebagainya. Jaga pola istirahat dan makan. Ingat, bahwa haji itu kuncinya adalah wukuf di Arafah. Dan ini memerlukan stamina yang baik,” tegasnya. Subhan menyampaikan, penetapan waktu wukuf akan dilakukan Pemerintah Arab Saudi melalui sidang isbat, yang akan digelar 1 Agustus 2019.

DATA JAMAAH WAFAT:

Data: 31 Juni 2019

1. Khairil Abbas Salim (BTH 23)

usia 62 tahun, wafat ? 8 Juli 2019 di RSAS Madinah

2. Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2)

usia 57 tahun, wafat pada 8 Juli 2019 di pesawat menuju bandara Madinah

3. Mudjahid Damanhuri Mangun (SOC 44)

usia 74 tahun, wafat pada 9 Juli 2019 di RSAS Madinah

4. Subli bin Muhammad Nasri (BTH 32)

usia 61 tahun, wafat pada 11 Juli 2019 di RSAS Madinah

5. Artapiah Armin Musahab (JKG 86)

usia 60 tahun, wafat pada 12 Juli 2019 di pesawat menuju bandara Madinah

6. Soeratno G Mangun Wiyoto (SUB 45)

usia 74 tahun, wafat pada 15 Juli 2019 di RSAS Madinah

7. Ahmad Suparman bin Jubed (JKS 001)

usia 53 tahun, wafat pada 17 Juli 2019 di RSAS Madinah

8. Rabiun bin Daliman Arsyad (LOP 006)

usia 54 tahun, wafat pada 18 Juli 2019 di RSAS Madinah

9. Supardjo bun Rata Ilyas (JKS 041)

usia 76 tahun, wafat pada 20 Juli 2019 di pesawat menuju Bandara Jeddah

10. Ahmad Dimyati bin KH Ruhbi (JKS 018)

usia 56 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di RSAS Makkah

11. Sapan bin Tumanga Loga (UPG 014)

usia 69 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di Pemondokan Makkah

12. Nasikin bin Sinwan Abdul Salam (SOC 040)

usia 63 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di RSAS Madinah

13. Muh. Rum bin Rasim Batubara (MES 005)

usia 65 tahun, wafat pada 21 Juli 2019 di Pemondokan Madinah

14. Hamna binti Nawi Finan (JKG 011)

usia 69 tahun, wafat pada 22 Juli 2019, di RSAS Madinah

15. Suhari Abu Bin Subari (PDG 014)

usia 88 tahun, wafat pada 22 Juli 2019, di RSAS Madinah

16. Sirojudin bin Hasan Hamidah (LOP 002)

usia 79 tahun, wafat pada 23 Juli 2019 di RSAS Makkah

17. Sutrisno bin Suratman Ahmad (SOC 043)

usia 54 tahun, wafat pada 23 Juli 2019 di RSAS Makkah

18. Rahamat bin Noyan Nasution (MES 006)

usia 65 tahun, wafat pada 24 Juli 2019 di Pemondokan Madinah

19. Tatik Rahayu Maskat (SOC 59)

usia 54 tahun, wafat 25 Juli 2019 di Masjid Makkah

20. Fatma Thalib Arilaha (UPG 7)

usia 71 tahun, wafat 25 Juli 2019 di RSAS Makkah

21. Amin Sutikno Ahmad Karjo (SUB 02)

usia 76 tahun, wafat 26 Juli 2019, di RSAS Madinah

22. Saleh Saelani Karnadi (SUB 22)

usia 84 tahun, wafat 26 Juli 2019, di RSAS Makkah

23. Odah Juhe Juhanta (JKS 03)

usia 75 tahun, wafat 26 Juli 2019, di Pemondokan Makkah

24. Saniah Sarkosi Atma (JKS 64)

usia 68 tahun, wafat 27 Juli 2019 di pesawat yang mendarat pada bandara Jeddah.

25. Jamaluddin Bandarik Abdullah (MES 02)

usia 72 tahun, wafat 26 Juli 2019, di RSAS Makkah

26. Siti Salma Husein Lamonjong (BPN 07)

usia 89 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Makkah

27. Enny Djatmiko Siswomihardjo (SOC 68)

usia 76 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Makkah

28. Nurbia Melek Tatu (BPN 08)

usia 61 tahun, wafat 28 Juli 2019, di Pemondokan Makkah

29. Isah Oti Sana (JKS 40)

usia 66 tahun, wafat 28 Juli 2019, di Perjalanan Makkah

30. Marhan Ali Telano (UPG 23)

usia 63 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Makkah

31. Naser Rajab Husen (UPG 09)

usia 79 tahun, wafat 28 Juli 2019, di RSAS Madinah

32. Supiyah Ridwan K. (SUB 03)

usia 77 tahun, wafat 29 Juli 2019, di Pemondokan Makkah

33. Paiman Djoyo Wiyono (SOC 01)

usia 57 tahun, wafat 29 Juli 2019, di RSAS Makkah

34. Mohammad Nurul Huda (SUB 38)

usia 53 tahun, wafat 29 Juli 2019, di Masjid Makkah

35. Mainah Usman Tinggal (JKS 19)

usia 65 tahun, wafat 29 Juli 2019, di RSAS Madinah

36. Tarmad Tohir Asari (JKS 64)

usia 79 tahun, wafat 29 Juli 2019, di RSAS Makkah

37. Layong Kara Ayub (PDG 16)

usia 73 tahun, wafat 29 Juli 2019, di RSAS Makkah

38. Muhammad Ismail Slamet (SOC 26)

usia 46 tahun, wafat 30 Juli 2019, di Pemondokan Makkah

39. Hasan Husin Syamsuddin (PLM 17)

usia 75 tahun, wafat 30 Juli 2019, di Pemondokan Makkah

40. Ramiyem Saeran Toirono (JKG 21)

usia 79 tahun, wafat 30 Juli 2019, di RSAS Makkah

41. Ermadi Setia Umbara (JKS 52)

usia 73 tahun, wafat 30 Juli 2019, di RSAS Makkah.

Sumber: Siskohat/Kemenag